Sabtu, 14 Desember 2019

Struktur Modal (skripsi dan tesis)

Struktur modal merupakan gambaran dari bentuk proporsi finansial perusahaan, yaitu antara modal yang dimiliki yang bersumber dari utang jangka panjang (longterm liabilities) dan modal sendiri (shareholder’s equity) yang menjadi sumber pembiayaan suatu perusahaan. Kebutuhan dana untuk memperkuat struktur modal suatu perusahaan dapat bersumber dari internal dan eksternal, dengan ketentuan sumber dana yang dibutuhkan tersebut bersumber dari tempat-tempat yang dianggap aman dan jika dipergunakan memiliki nilai dorong dalam memperkuat struktur modal keuangan perusahaan. Dalam artian ketika dana itu dipakai untuk memperkuat struktur modal perusahaan, maka perusahaan mampu mengendalikan modal tersebut secara efektif dan efisien serta tepat sasaran.
 Secara umum sumber modal ada 2 (dua) sumber alternatif, yaitu modal yang bersumber dari modal sendiri atau dari eksternal seperti pinjaman/utang. Pendanaan dengan modal sendiri dapat dilakukan dengan menerbitkan saham, sedangkan pendanaan dengan utang dapat dilakukan dengan menerbitkan obligasi, right issue atau berhutang ke bank, bahkan ke mitra bisnis (Fahmi, 2014). Menurut Stice dan Stice (2014), struktur modal sebuah perusahaan mungkin diklasifikasikan sebagai simple capital structure dan complex capital structure. Jika suatu perusahaan hanya mempunyai saham biasa, atau saham biasa dan saham preferen tidak dapat dikonversi yang beredar dan tidak ada efek-efek yang dapat dikonversi, opsi saham, waran, atau rights yang beredar, maka perusahaan tersebut diklasifikasikan sebagai perusahaan dengan struktur modal yang sederhana. Sekalipun ada efek-efek yang dapat dikonversi, opsi saham, waran, rights yang lainnya, struktur modal mungkin diklasifikasikan sebagai struktur modal sederhana jika tidak ada potensi dilusi atau LPS dari konversi atau pelaksanaan pos-pos tersebut. Sebaliknya, jika perusahaan memiliki sekuritas yang dapat dikonversi, opsi saham, waran, atau rights yang beredar, maka perusahaan tersebut diklasifikasikan sebagai perusahaan dengan struktur modal kompleks. Atas dasar dua hal inilah kemudian dilakukan kajian secara komprehensif manakah yang paling tepat dipergunakan berdasarkan situasi kondisi internal dan eksternal.

Tidak ada komentar: