Brigham dan Houston (2004: 40) menyatakan bahwa sinyal adalah suatu
tindakan yang diambil oleh manajemen perusahaan yang memberikan
petunjuk bagi investor tentang bagaimana manajemen memandang prospek
perusahaan. Perusahaan dengan prospek yang menguntungkan akan mencoba
menghindari penjualan saham dan mengusahakan modal baru dengan caracara lain seperti dengan menggunakan utang.
Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa manajer dan pemegang saham
tidak mempunyai akses informasi perusahaan yang sama. Ada informasi
tertentu yang hanya diketahui oleh manajer, sedangkan pemegang saham tidak tahu informasi tersebut sehingga terdapat informasi yang tidak simetri
(asymmetric information) antara manajer dan pemegang saham. Akibatnya,
ketika struktur modal perusahaan mengalami perubahan, hal itu dapat
membawa informasi kepada pemegang saham yang akan mengakibatkan nilai
perusahaan berubah. Dengan kata lain, perilaku manajer dalam hal
menentukan struktur modal, dapat dianggap sebagai sinyal oleh pihak luar
(Mamduh, 2004: 314).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar