Sabtu, 14 Desember 2019

Kepemilikan Manajerial (skripsi dan tesis)

Pihak manajerial dalam suatu perusahaan adalah pihak yang secara aktif berperan dalam mengambil keputusan untuk menjalankan perusahaan. Kepemilikan manajerial yang semakin meningkat akan membuat manajemen menjadi semakin berhati-hati dalam mengelola kebijakan utang perusahaan, karena kekayaan pribadi manajer secara tidak langsung berkaitan erat dengan kekayaan perusahaan, sehingga penggunaan utang menjadi lebih kecil atau optimal (Surya & Rahayuningsih, 2012). Menurut Yeniatie dan Destriana (2010), kepemilikan manajerial memiliki pengaruh negatif terhadap kebijakan utang perusahan karena semakin besar persentase kepemilikan manajer dalam suatu perusahaan, maka manajer tersebut akan turut merasakan dampak dari pengambilan keputusan yang dibuatnya sebagai salah satu pemegang saham perusahaan. Hal ini dapat menyelaraskan kepentingan antara manajer dan pemegang saham sehingga dapat mengurangi konflik keagenan. Manajer akan lebih berhati-hati untuk membuat keputusan dalam mengelola perusahaan termasuk dalam menetapkan kebijakan utang perusahaan. Semakin tinggi kepemilikan manajerial, maka akan semakin kecil penggunaan utang untuk mendanai kebutuhan dana perusahaan. 
Penelitian yang dilakukan oleh Indahningrum dan Handayani (2009) menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial tidak berpengaruh dan berhubungan positif terhadap kebijakan utang. Penelitian ini diukur menggunakan persentase saham yang dimiliki oleh pihak manajemen perusahaan yang secara aktif ikut serta dalam pengambilan keputusan perusahaan (komisaris dan direksi). Semakin tinggi kepemilikan manajerial, maka akan semakin tinggi kebijakan utang perusahaan. Hasil ini bertentangan dengan teori yang ada bahwa semakin meningkatnya kepemilikan oleh insider, maka akan menyebabkan insider semakin berhati-hati dalam menggunakan utang. Hal ini didukung oleh penelitian Steven & Lina (2011), dimana hasil penelitiannya adalah kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap kebijakan utang. Sedangkan menurut Sheisarvian, et al. (2015), kepemilikan manajerial berpengaruh secara signifikan dan berhubungan negatif terhadap kebijakan utang

Tidak ada komentar: