Perusahaan memiliki sejumlah risiko yang didapat langsung akibat dari jenis
usaha dari perusahaan tersebut, hal inilah yang dimaksud dengan risiko bisnis. Risiko bisnis menurut Brigham dan Houston (2004: 11) adalah seberapa berisiko saham
perusahaan jika perusahaan tidak mempergunakan utang. Risiko bisnis tidak hanya
bervariasi dari industri ke industri, namun juga dapat bervariasi antar perusahaan dari
industri tertentu, dan juga dapat berganti seiring waktu. Brigham dan Houston (2004)
menunjukkan beberapa faktor yang dapat memengaruhi risiko bisnis dari sebuah
perusahaan, antara lain:
a. Variabilitas permintaan; semakin stabil sebuah permintaan produk dari
perusahaan tertentu, ceteris paribus, akan menurunkan risiko bisnis
perusahaan tersebut.
b. Variabilitas harga jual; perusahaan yang produknya dijual pada pasar yang
relatif volatile, akan lebih memiliki risiko bisnis bila dibandingkan dengan
perusahaan yang sama yang harga outputnya lebih stabil.
c. Variabilitas biaya input; perusahaan yang memiliki biaya input yang tidak
pasti akan memiliki risiko bisnis yang tinggi.
d. Kemampuan untuk menyesuaikan harga output dengan perubahan dalam
biaya input; semakin mampu sebuah perusahan dalam melakukan penyesuaian
dalam hal harga dan biaya, maka perusahaan tersebut memiliki risiko bisnis
yang semakin rendah.
e. Kemampuan untuk mengembangkan produk baru dalam waktu dan biaya
yang efektif. Perusahaan seperti obat-obatan dan juga komputer sangat bergantung pada inovasi produk-produk baru. Semakin cepat sebuah produk
menjadi tua atau usang, maka semakin besar pula risiko bisnisnya.
f. Risiko dari perdagangan luar negeri; perusahan yang pendapatannya sebagian
besar datang dari luar negeri dapat membuat pendapatan perusahaan menurun,
hal ini dikarenakan adanya fluktuasi nilai kurs mata uang. Hal lain yang dapat
menambahkan risiko bisnis adalah lingkungan bisnis di mana perusahaan
tersebut beroperasi.
g. Proporsi biaya tetap terhadap keseluruhan biaya: operating leverage; jika
sebagian besar biaya adalah tetap, yang tidak turun ketika permintaan
menurun, maka perusahaan tersebut memiliki risiko bisnis yang tinggi.
Risiko finansial adalah risiko tambahan kepada pemegang saham setelah
risiko bisnis yang diakibatkan dari adanya penggunaan utang dalam perusahaan.
Brigham dan Houston (2004) menyebutkan dalam konsep ekonomi, pemegang saham
menanggung risiko tertentu yang diakibatkan oleh kegiatan operasi perusahaan, yakni
risiko bisnis. Jika perusahaan menggunakan utang, hal ini mengakibatkan seluruh
risiko bisnis akan ditransfer kepada pemegang saham. Transfer seluruh risiko ini
diakibatkan kreditur, yang menerima pendapatan tetap (bunga utang), tidak
menanggung risiko bisnis yang ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar