Menurut Kotler (2001:588), perusahaan memiliki lima pilihan
strategi merek yaitu:
a. Perluasan lini (Line Extension)
Perluasan lini terjadi jika perusahaan memperkenalkan unit
produk tambahan dalam kategori produk yang sama, biasanya dengan
tampilan baru seperti rasa, bentuk, warna baru, tambahan, ukuran
kemasan, dan lainnya.
b. Perluasan merek (Brand Extension)
Perluasan merek terjadi jika perusahaan memutuskan untuk
menggunakan merek yang sudah ada pada produknya dalam satu
kategori baru. Perluasan merek memberikan keuntungan karena merek
baru tersebut umumnya lebih cepat diterima (karena sudah dikenal
sebelumnya). Hal ini memudahkan perusahaan memasuki pasar dengan
kategori baru. Perluasan merek dapat menghemat banyak biaya iklan
yang biasanya diperlukan untuk membiasakan konsumen dengan suatu
merek.
c. Multi merek (Multi Brand)
Multi merek dapat terjadi apabila perusahaan memperkenalkan
berbagai merek tambahan dalam kategori produk yang sama. Tujuannya
adalah untuk membuat kesan, feature serta daya tarik yang lain kepada
konsumen sehingga lebih banyak pilihan.
d. Merek baru (New Brand)
Merek baru dapat dilakukan apabila perusahaan tidak memiliki
satupun merek yang sesuai dengan produk yang akan dihasilkan atau
citra dari merek tersebut tidak membantu untuk produk baru tersebut.
e. Merek bersama (Co-Brand)
Kecenderungan yang terjadi saat ini adalah meningkatkan
strategi merek bersama. Co-branding terjadi apabila dua merek terkenal
atau lebih digabung dengan satu penawaran dengan tujuan agar merek
yang satu dapat memperkuat merek yang lain sehingga dapat menarik
minat konsumen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar