Menurut Ricky W. Griffin dan Ronald J.
Ebert (2006:58) perilaku etis adalah perilaku
yang sesuai dengan norma-normasosial yang
diterima secara umum sehubungan dengan tindakan-tindakan yang benar dan baik..Perilaku
etis adalah perilaku yang beretika dalam organisasi untuk pelaksanakan tindakan secara
adil sesuai hukum konstitusional dan peraturan
pemerintah yang dapat diaplikasikan.
Sedangkan menurut Mega Febrianti dalam
artikelnya menyatakan Perilaku Etis adalah berkaitan dengan atau berurusan dengan moral atau prinsip–prinsip moralitas, berkaitan
dengan benar dan salah dalam perilaku. Etis
berarti yang sesuaidengan aturan standar. Perilaku yang benar, khususnya standar profesi.
Jadi, Perilaku etis adalah tindakan yang secara
etis dapat membedakan mana yang benar dan
salah sesuai dengan aturan-aturan moral yang
berlaku. Perilaku etis ini dapat menentukan
kualitas individu(karyawan) yang dipengaruhi
oleh faktor – factor yang diperoleh dari luar
yang kemudian menjadi prinsip yang dijalani
dalam bentuk perilaku.
Menurut Dougall dalam Zulfahmi (2005)
faktor-faktor yang mem-pengaruhi perilaku
seseorang meliputi: Faktor personal, yaitu
faktor yang berasal dari dalam individu, faktor
situasional, yaitu faktor yang berasal dari luar
dirimanusia sehingga dapat mengakibatkan
seseorang cenderung berperilaku sesuai dengan
karakteristik kelompok atauorganisasi di mana
ia ikut di dalamnya, faktor stimulasi yang mendorong dan meneguhkan perilakuseseorang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar