Jumat, 22 November 2019

Pengertian Qona’ah (skripsi dan tesis)


Qona’ah menurut Hamka (dalam Shunhaji, 2011) merupakan rasa menerima secara ikhlas yang berhubungan dengan hati, bukan menerima apa adanya tanpa disertai dengan usaha yang keras. Qona’ah pada dasaranya adalah menganggap cukup dengan sesuatu yang ada dan tidak berkeinginan terhadap sesuatu yang tidak ada hasilnya (An-Naisaburi, 2007). Menurut Muhammad Bin Turmuzi (dalam Akhyar, 1992) Qona’ah ialah jiwa merasa lapang dengan rezeki yang diberikan Allah kepadanya, dan merasa cukup dengan yang ada dan hilang rasa tamak terhadap yang tidak tercapai. Sedangkan Abu Abdillah bin Khafif (dalam An-Naisaburi, 2007), menyatakan Qona’ah adalah meninggalkan angan-angan terhadap sesuatu yang tidak ada dan menganggap cukup dengan sesuatu yang ada. Qona’ah diartikan juga menerima atau merasa cukup apa yang ada padanya (Al Ghazali, 2003). Jadi orang yang bersifat Qona’ah berarti selalu rela menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kurang yang berlebihan (Labib, 2001).
 Qana’ah bukan berarti hidup bermalas-malasan, tidak mau berusaha sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Justru orang yang Qana’ah itu selalu giat bekerja dan berusaha, namun apabila hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, ia akan tetap rela hati menerima hasil tersebut dengan rasa syukur kepada Allah SWT. Sikap yang demikian itu akan mendatangkan rasa tenteram dalam hidup dan menjauhkan diri dari sifat serakah dan tamak. Kemudian rasa puas akan menyelinap ke dalam hatinya dan terpancar dari mukanya yang penuh kegembiraan. "Abdullah bin Amru r.a. berkata (dalam Labib, 2001): Bersabda Rasulullah SAW, sesungguhnya beruntung orang yang masuk Islam dan rizqinya cukup dan merasa cukup dengan apa-apa yang telah Allah berikan kepadanya (H.R.Muslim). Qona’ah adalah basis menghadapi hidup, menerbitkan kesungguhan hidup, menimbulkan energi kerja untuk mencari rizki, berikhtiar dan juga percaya akan takdir yang diperoleh sebagai takdir (Labib, 2001). Qona’ah menurut Hamka (dalam Shunhaji, 2011) adalah adanya keikhlasan hati dalam menerima apa yang ada dengan disertai ikhtiar maksimal. Namun, sekiranya hasil yang diperoleh dari ikhtiar tersebut tidak sesuai dengan harapan, maka diharuskan sabar untuk menerima ketentuan Ilahi, dan jika ikhtiar yang dilakukan membawa hasil yang menyenangkan maka diharuskan bersyukur kepada Tuhan yang meminjami nikmat-Nya.

Tidak ada komentar: