Berbagai penelitian mengenai hubungan antara komitmen karyawan terhadap
organisasi dengan kinerja menunjukkan hasil yang signifikan antara keduanya
(Benkoff, 1997). Meskipun demikian ada beberapa pendapat juga yang mengatakan
bahwa komitmen terhadap organisasi ini bisa merupakan consequence atau
antecendent dari kinerja. Dalam penelitian Mackenzie, Podzakoff dan Ahearne
(1998) disebutkan bahwa komitmen organisasi merupakan consequence dari in-role
performance, namun demikian komitmen organisasi juga merupakan antecendent
dari extra role performance.
Dalam beberapa penelitian antara lain Brief dan Motowildo (1986), Murene
(1995), O’Reilly dan Chatman (1986) menemukan hubungan positif antara komitmen
pada organisasi dengan extra role performance. Begitu juga penelitian Mowday et al.,
(1982) mengatakan bahwa individu yang berkomitmen tinggi terhadap organisasi,
maka individu tersebut akan memberikan sesuatu yang lebih terhadap organisasi,
Mowday et al., (1982) juga mengatakan bahwa adanya hubungan positif dan kuat
antara komitmen organisasi dengan kinerja. Banyak sumber dari peneltian terdahulu
telah memberikan penilaian teoritis dan bukti empiris yang membuktikan bahwa
komitmen organisasional mengarah pada hubungan dengan berbagai keluaran
karyawan (employee outcomes) seperti organizational citizienship behavior (Bishop
& Scott, 1997; Shore & Wayne, 1993 pada Sekiguchi, 2004) dan Job Performance
(Bishop & Scott; Bishop et al., 1997 pada Sekiguchi, 2004).
Menurut Bishop (2000), dengan menggunakan metode LISREL (Linear
Structural Relations) untuk menganalisis data dari 380 karyawan industri manufaktur
memberikan analisis bahwa kinerja pekerjaan (job performance) berhubungan dengan
komitmen tim (team commitment) dan komitmen organisasional, dan rasa
kepemilikan terhadap organisasi (organizational citizienship behavior) berkaitan
dengan komitmen organisasi.
Salah satu alasan yang menarik mengapa penelitian tentang komitmen
organisasi menjadi subyek yang sangat populer dalam 30 tahun terakhir, disebabkan
komitmen mempunyai dampak atau pengaruh pada performance atau kinerja. Antara
lain penelitian yang dilakukan oleh Benkoff (1997), survei dilakukan di sepanjang
jalan besar di Negara Jerman. Responden yang dipilih adalah 182 karyawan pada 41
kantor cabang bank. Data yang diperoleh melalui kuesioner diolah dengan Multiple
regression Analysis dengan batasan 12 variabel kontrol. Penelitian ini memberikan
hasil yang sama seperti penelitian yang dilakukan di rumah sakit, yaitu bagaimana
komitmen dapat mempengaruhi outcomes dalam bentuk kinerja.
29
Berbagai penelitian mengenai hubungan antara komitmen karyawan terhadap
organisasi dengan kinerja menunjukkan hasil yang signifikan antara keduanya
(Benkoff, 1997). Meskipun demikian ada beberapa pendapat juga yang mengatakan
bahwa komitmen terhadap organisasi ini bisa merupakan consequence atau
antecendent dari kinerja.
Dalam penelitian Mackenzie, Podzakoff dan Ahearne
(1998) disebutkan bahwa komitmen organisasi merupakan consequence dari in-role
performance, namun demikian komitmen organisasi juga merupakan antecendent
dari extra role performance.
Mathieu & Zajac (1990) menyimpulkan adanya hubungan positif antara
komitmen organisasi dengan kinerja, sedangkan Meyer dan Allen (1991)
menyimpulkan bahwa komitmen affektif mempunyai pengaruh positif pada kinerja
dan Organizational Citizienship Behavior (OCB).
Beberapa penelitian sebelumnya mendukung bahwa komitmen terhadap
organisasi dihubungkan dengan jumlah keluaran karyawan (employee outcomes)
yang diharapkan. Sebagai contoh menurut beberapa peneliti mendukung bahwa
komitmen organisasi berhubungan positif terhadap kinerja pekerjaan (job
performance) dan negatif terhadap tingkat turnover karyawan (Bishop et al., 1997;
Mathieu & Zajac, 1990)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar