Kamis, 14 November 2019

Iklim etis (skripsi dan tesis)

Iklim etis
Menurut Martin dan Cullen (2006) Mendefinisikan Iklim etis
sebagai Sekelompok iklim yang di tentukan untuk mencerminkan
prosedur organisasi, kebijakan, dan praktik sesuai konsekuensi moral.
Victor dan Cullen (1988) mendefinisikan Iklim etis sebagai persepsi yang
berlaku di organisasi dan prosedur yang memiliki konten etis. Hal ini juga
mengacu pada pelaksanaan dan penegakan etika, juga mengacu pada
implementasi dan penegakan etika peraturan dan kebijakan untuk
mendorong perilaku etis dan untuk menghukum perilaku yang tidak etis
(Schwepker, 2001). Victor dan Cullen (1988) mengemukakan, Iklim etis
organisasi mengacu pada perilaku yang dianggap etis benar dan
bagaimana isu-isu mengenai penyimpangan jauh dari perilaku yang
diharapkan ditangani dalam organisasi.
Iklim etis berisi petunjuk yang memandu perilaku karyawan dan
mencerminkan karakter organisasi yang etis (Mulki, Jaramillo, &
Locander, 2009) Dengan adanya suatu iklim etis, maka akan mengurangi
resiko dari tindakan tidak etis karyawan terutama tenaga penjual dalam
melakukan pekerjaan mereka. Pendapat lain juga dikemukakan oleh
Mulki, Jaramillo, & Locander, (2008). bahwa iklim etis merupakan jenis
iklim pekerjaan yang mencerminkan prosedur, kebijakan organisatoris,
dan praktek yang mempunyai konsekuensi moral. Dengan demikian
karyawan akan lebih mudah dalam menerapkan iklim etis yang ada dalam
perusahaan karena mereka dapat dengan jelas mengetahui batasanbatasan
tentang apa dan bagaimana seharusnya mereka bersikap dalam
menjalankan pekerjaan mereka agar tidak melanggar etika serta iklim etis
perusahaan
Martin dan Cullen (dalam Mulki, Jaramillo, & Locander, 2009)
menyatakan bahwa iklim etis merupakan suatu jenis iklim kerja yang
mencerminkan kebijakan, prosedur, dan praktek organisasi yang memiliki
konsekuensi moral. Fusun & Ela, (2009)berpendapat bahwa iklim etis
bertindak sebagai suatu pencerminan persepsi dimana para pekerja
mendiagnosa dan menilai situasi. Victor dan Cullen (dalam Mulki,
Jaramillo, & Locander, 2009) menggambarkan Iklim etis sebagai „„
pemberlakuan persepsi tentang tipe praktek organisatoris yang khas dan
prosedur yang mempunyai isi etis‟‟. Pendapat lain juga dikemukakan oleh
Victor dan Cullen (dalam Kim dan Miller, 2008) bahwa iklim etis
merupakan persepsi bersama dari perilaku etis mana yang benar dan
bagaimana isu etis harus ditangani. Deshpande dan Joseph (2009)
mengidentifikasikan iklim etis organisasi sebagai suatu kelompok iklim
yang ditentukan yang mencerminkan prosedur organisasi, kebijakan dan
praktek dengan konsekuensi moral.
Dari berbagai pendapat yang dikemukakan oleh para ahli, dapat
disimpulkan bahwa iklim etis sangat penting bagi kelangsungan hidup
perusahaan dan dapat membantu meningkatkan citra perusahaan di mata
para pelanggan. Hal ini dikarenakan dengan penerapkan iklim etis dari
suatu perusahaan akan mencerminkan perilaku dari para karyawan
termasuk tenaga penjual. Jika para pelanggan percaya bahwa tenaga
penjual bekerja pada suatu perusahaan yang menerapkan iklim etis yang
baik,maka pelanggan akan memandang perusahaan serta tenaga penjual
sebagai satu kesatuan yang memiliki kredibilitas yang baik dalam
berbisnis. Hal ini akan sangat membantu promosi produk yang dijual serta
membuat pelanggan menjadi loyal terhadap perusahaan

Tidak ada komentar: