Faktor-faktor yang dapat memengaruhi kepuasan kerja karyawan
pada dasarnya secara praktis dapat dibedakan menjadi dua kelompok,
yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik adalah faktor
yang berasal dari dalam diri dan dibawa oleh setiap karyawan sejak mulai
bekerja di tempat pekerjaannya. Sedangkan faktor ekstrinsik menyangkut
hal-hal yang berasal dari luar diri karyawan, antara lain kondisi fisik
lingkungan kerja, interaksinya dengan karyawan lain, sistem penggajian
dan sebagainya. (Rivai, 2009: 879).
Menurut Kreitner dan Kinicki (seperti dikutip Wibowo, 2016: 417)
terdapat lima faktor yang dapat memengaruhi timbulnya kepuasan kerja,
yaitu sebagai berikut:
a. Need fulfillment (pemenuhan kebutuhan)
Kepuasan ditentukan oleh tingkatan karakteristik pekerjaan dalam
memberikan kesempatan pada individu untuk memenuhi
kebutuhannya.
b. Discrepancies (perbedaan)
Kepuasan merupakan suatu hasil memenuhi harapan. Pemenuhan
harapan mencerminkan perbedaan antara yang diharapkan dan yang
diperoleh individu dari pekerjaan. Apabila harapan lebih besar daripada apa yang diterima, maka individu tidak akan puas, sebaliknya individu
akan puas apabila mereka menerima manfaat di atas harapan.
c. Value attainment (pencapaian nilai)
Kepuasan merupakan hasil dari persepsi individu terhadap pekerjaan
dalam memberikan pemenuhan nilai kerja individual yang penting.
d. Equity (keadilan)
Kepuasan merupakan fungsi dari seberapa adil individu diperlakukan
di tempat kerja.
e. Dispositional/genetic components (komponen genetik)
kepuasan kerja merupakan fungsi sifat pribadi dan faktor genetik. Hal
ini menyiratkan perbedaan individu hanya mempunyai arti penting
untuk menjelaskan kepuasan kerja seperti halnya karakteristik
lingkungan pekerjaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar