Kepemimpinan Transformasional memiliki karakteristik yang berbeda deangan kepemimpinan lainnya, di dalam kepemimpinan transformasional interaksi antara pimpinan dan bawahannya dilihat dari pengaruh pemimpin dalam mengubah perilaku bawahannya menjadi karyawan yang merasa mampu mengerjakan tugas, memiliki motivasi yang besar, dan selalu berupaya mencapai prestasi kerja yang tinggi dan bermutu (Fachruddin & Mangundjaya, 2012). Kepemimpinan transformasional adalah suatu interaksi antara pemimpin dan pengikutnya, manajer dengan bawahannya ditandai oleh pengaruh pemimpin untuk mengubah perilaku pengikutnya/bawahannya menjadi seseorang yang merasa mampu dan bermotivasi tinggi serta berupaya mencapai prestasi kerja yang tinggi dan bermutu (Munandar, 2012).
Menurut Kartono (2010) Kepemimpinan transformasional adalah tipe kepemimpinan yang memandu atau memotivasi pengikut mereka dalam arah tujuan yang ditegakan deangan memperjelas peran dan tuntutan tugas. Pemimpin jenis ini yang memberikan pertimbangan dan rangsangan intelektual yang diindividualkan dan yang memiliki karisma. Lievens, Geit dan Coetsier (1997) kepemimpinan transformasional bergerak diluar proses-proses pertukaran yang sederhana, dimana mereka menetapkan harapan serta tujuan yang menantang untuk meningkatkan kinerja bawahannya. Kepemimpinan transformasional adalah sebuah proses di mana para pemimpin mengambil tindakan untuk mencoba meningkatkan kesadaran pengikut mereka dari apa yang benar dan penting. Proses ini terkait dengan pengikut memotivasi untuk melakukan tugas-tugas yang "melampaui harapan" dan mendorong pengikut untuk melakukan sesuatu yang melampaui kepentingan mereka sendiri demi kebaikan kelompok atau organisasi (Bass & Avolio dalam Muenjohn, 2013).
Dari berbagai pengertian tentang kepemimpinan transformasional yang dikemukakan diatas, maka peneliti menyimpulkan bahwa pengertian kepemimpinan transformasional berdasarkan pernyataan (Bass & Avolio dalam Muenjhon, 2013) yang menyatakan kepemimpinan transformasional adalah sebuah proses di mana para pemimpin mengambil tindakan untuk mencoba meningkatkan kesadaran pengikut mereka dari apa yang benar dan penting. Proses ini terkait dengan pengikut memotivasi untuk melakukan tugas-tugas yang "melampaui harapan" dan mendorong pengikut untuk melakukan sesuatu yang melampaui kepentingan mereka sendiri demi kebaikan kelompok atau organisasi.
Menurut Kartono (2010) Kepemimpinan transformasional adalah tipe kepemimpinan yang memandu atau memotivasi pengikut mereka dalam arah tujuan yang ditegakan deangan memperjelas peran dan tuntutan tugas. Pemimpin jenis ini yang memberikan pertimbangan dan rangsangan intelektual yang diindividualkan dan yang memiliki karisma. Lievens, Geit dan Coetsier (1997) kepemimpinan transformasional bergerak diluar proses-proses pertukaran yang sederhana, dimana mereka menetapkan harapan serta tujuan yang menantang untuk meningkatkan kinerja bawahannya. Kepemimpinan transformasional adalah sebuah proses di mana para pemimpin mengambil tindakan untuk mencoba meningkatkan kesadaran pengikut mereka dari apa yang benar dan penting. Proses ini terkait dengan pengikut memotivasi untuk melakukan tugas-tugas yang "melampaui harapan" dan mendorong pengikut untuk melakukan sesuatu yang melampaui kepentingan mereka sendiri demi kebaikan kelompok atau organisasi (Bass & Avolio dalam Muenjohn, 2013).
Dari berbagai pengertian tentang kepemimpinan transformasional yang dikemukakan diatas, maka peneliti menyimpulkan bahwa pengertian kepemimpinan transformasional berdasarkan pernyataan (Bass & Avolio dalam Muenjhon, 2013) yang menyatakan kepemimpinan transformasional adalah sebuah proses di mana para pemimpin mengambil tindakan untuk mencoba meningkatkan kesadaran pengikut mereka dari apa yang benar dan penting. Proses ini terkait dengan pengikut memotivasi untuk melakukan tugas-tugas yang "melampaui harapan" dan mendorong pengikut untuk melakukan sesuatu yang melampaui kepentingan mereka sendiri demi kebaikan kelompok atau organisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar