Menurut Bass & Avolio dalam Suryanto (2007), aspek-aspek kepemimpinan transformasional yaitu : a. Idealized Influence, yaitu didefinisikan sebagai komponen emosional kepemimpinan, yang "digunakan untuk menggambarkan seorang pemimpin yang memiliki efek mendalam dan luar biasa pada pengikut mereka. Secara teoritis, para pemimpin ini dihormati oleh pengikut yang menunjukkan loyalitas dan pengabdian kepada penyebabnya pemimpin, karena mereka menumpahkan selfinterest mereka. perilaku seorang pemimpin yang memiliki keyakinan diri yang kuat. Selalu hadir di saat-saat sulit, juga memegang teguh nilai-nilai yang dijunjungnya. Memiliki komitmen yang tinggi serta selalu menumbuhkan kebanggaan pada pengikutnya. Memiliki visi yang jelas, dan selalu memiliki langkah-langkah yang pasti.
b. Individualized Consideration, adalah perilaku pemimpin transformasional, dimana pemimpin merenung, berpikir dan selalu mengidetifikasikan kebutuhan para karyawannya. Pemimpin berusaha sekuat tenaga mengenali kemampuan karyawan. Pemimpin selalu memebri kesempatan belajar pada karyawannya, selalu mendengar karyawannya dengan penuh perhatian dan berani mendelegasikan wewenangnya.
c. Inspirational Motivation, yaitu kepemimpinan yang menginspirasi dan memotivasi pengikut untuk mencapai tujuan ambisius yang mungkin sebelumnya tampak tidak terjangkau. Pemimpin selalu berupaya dalam memeberikan inspirasi para pengikutnya agar mencapai kemungkinan-kemungkinan yang tidak terbayangkan. Ditangannya karyawan mecapai standar yang tinggi. Pemimpin mengajak karyawan untuk memandang ancaman dan masalah sebagai kesempatan belajar dan berprestasi. Pemimpin ini selalu bicara dengan antusias dan optimis. Pemimpin ini selalu menempatkan dirinya sebagai tauladan bagi para pengikutnya.
d. Intellectual stimulation, yaitu Di sini, pemimpin menstimulus pengikut dengan menciptakan kesadaran pada masalah dan pemecahan masalah, pemikiran, imajinasi dan keyakinan serta nilai-nila
b. Individualized Consideration, adalah perilaku pemimpin transformasional, dimana pemimpin merenung, berpikir dan selalu mengidetifikasikan kebutuhan para karyawannya. Pemimpin berusaha sekuat tenaga mengenali kemampuan karyawan. Pemimpin selalu memebri kesempatan belajar pada karyawannya, selalu mendengar karyawannya dengan penuh perhatian dan berani mendelegasikan wewenangnya.
c. Inspirational Motivation, yaitu kepemimpinan yang menginspirasi dan memotivasi pengikut untuk mencapai tujuan ambisius yang mungkin sebelumnya tampak tidak terjangkau. Pemimpin selalu berupaya dalam memeberikan inspirasi para pengikutnya agar mencapai kemungkinan-kemungkinan yang tidak terbayangkan. Ditangannya karyawan mecapai standar yang tinggi. Pemimpin mengajak karyawan untuk memandang ancaman dan masalah sebagai kesempatan belajar dan berprestasi. Pemimpin ini selalu bicara dengan antusias dan optimis. Pemimpin ini selalu menempatkan dirinya sebagai tauladan bagi para pengikutnya.
d. Intellectual stimulation, yaitu Di sini, pemimpin menstimulus pengikut dengan menciptakan kesadaran pada masalah dan pemecahan masalah, pemikiran, imajinasi dan keyakinan serta nilai-nila
Tidak ada komentar:
Posting Komentar