Rabu, 06 November 2019

Biaya persediaan (skripsi dan tesis)


            Dibawah ini disebutkan biaya yang terkait dengan persediaan barang yaitu :
1.      Ordering cost (biaya pemesanan)
Ordering cost adalah biaya-biaya yang muncul berkenaan dengan pemesanan barang-barang atau bahan-bahan dari penjual, sejak dari pesanan dibuat dan dikirim ke penjual, sampai barang-barang tersebut dikirim dan diserahkan ke gudang.
Unsur – unsur dalam biaya pemesanan :
a.       Pemrosesan pesanan
b.      Surat menyurat
c.       Telepon
d.      Pengepakan dan penimbangan
e.       Biaya pemeriksaan
f.       Biaya pengiriman barang
2.      Out of Stock Cost
Out of Stock Cost adalah biaya –biaya yang timbul sebagai akibat terjadinya persediaan yang lebih kecil dari pada jumlah yang diperlukan. Perusahaan dapat mengatasinya dengan mengadakan pemesanan cepat kepada supplier yang tambahan biayanya dapat dibebankan pada stockout cost beserta biaya kirimnya.
Unsur –unsur dalam stockout cost
a.       Selisih harga
b.      Pemesanan khusus
c.       Kehilangan penjualan
d.      Ekspedisi
e.       Kehilangan pelanggan
f.       Terganggunya operasi
3.      Carrying Cost (biaya penyimpanan)
Carrying Cost atau holding cost adalah biaya yang timbul karena adanya persediaan yang meliputi seluruh pengeluaran yang dikeluarkan perusahaan sebagai akibat adanya sejumlah persediaan. Biaya ini termasuk Opportunity Cost yang berkaitan dengan barang yang belum terjual pada persediaan. Opportunity Cost yang tidak terekam pada sistem akutansi merupakan elemen yang sangat penting pada kategori biaya ini.
Unsur – unsur dalam biaya penyimpanan:
Ø   Biaya fasilitas penyimpanan (penerangan, pemanas atau pendingin)
Ø   Biaya keusangan
Ø   Biaya perhitungan fisik dan rekonsiliasi laporan
Ø   Upah pihak-pihak yang terkait dalam persediaan
Ø   Biaya asuransi persediaan
Ø   Biaya pajak persediaan
Ø   Biaya pencurian, pengrusakan ( Sofyan Assauri,1999)
Tabel 2.1 menunjukan bermacam biaya yang perlu dievaluasi untuk menentukan biaya penyimpanan. Banyak perusahaan gagal untuk memasukan semua biaya penyimpanan persediaan. Sebagai konsekuensinya, biaya penyimpanan persediaan sering terlalu kecil.
Tabel 2.1 Menentukan biaya penyimpanan persediaan
KATEGORI
HARGA (DAN RENTANG) SEBAGAI PRESENTASE NILAI PERSEDIAAN
Biaya tempat (sewa atau penyusutan bangunan, biaya operasi, pajak, ansuransi)
6 % (3-10%)
Biaya penanganan material (penyusutan atau sewa peralatan, kuasa, biaya operasi)
3 % (1-3.5 %)
Biaya tenaga kerja
3 % (3-5 %)
Biaya investasi (biaya peminjaman, pajak, dan asuransi atau persediaan)
11 % (6-24 %)
Pencurian, sisa, dan keusangan
3 % (2 – 5 %)
Keseluruhan baiya penyimpanan
26 %
                       
                                                                        (Heizer & Render, 2005).

4.      Biaya – biaya yang berhubungan dengan kapasitas.
Biaya – biaya yang berhubungan dengan kapasitas adalah biaya – biaya yang terdiri atas biaya kerja lembur, biaya latihan, biaya pemberhentian kerja dan biaya – biaya pengangguran. Biaya ini muncul karena adanya penambahan atau pengurangan kapasitas pada suatu waktu tertentu.
Keempat kategori biaya diatas amatlah penting untuk menjadi pertimbangan manajemen untuk menentukan kebijaksanaan pengaturan persediaan. Dan sangat berpengaruh pada total biaya perusahaan akan menjadi besar atau kecil. (Pertamina, 1999).

Tidak ada komentar: