Jumat, 06 September 2024

Persyaratan Identifikasi Bahaya

Menurut Ramli (2010) dalam buku pedoman praktis
manajemen risiko dalam perspektif k3 (2010), identifikasi bahaya
harus dilakukan secara terencana dan komprehensif. Banyak
perusahaan yang telah melakukan identifikasi bahaya, tetapi ternyata
angka kecelakaan masih dinilai tinggi. Hal ini menunjukan bahwa
proses identifikasi bahaya yang dilakukan belum berjalan dengan
efektif.
Ada beberapa hal yang mendukung keberhasilan program
identifikasi bahaya antara lain :
 Identifikasi bahaya harus sejalan dan relevan dengan aktivitas
perusahaan sehingga dapat berfungsi dengan baik. Hal ini
sangat menentukan dalam memilih teknik identifikasi bahaya
yang tepat bagi perusahaan. Bagi perusahaan yang sifat risiko
rendah, tentu tidak melakukan identifikasi bahaya dengan
teknik yang sangat komprehensif misalnya teknik kuantitatif.
 Identifikasi bahaya harus dinamis dan selalu adanya teknologi
dan ilmu terbaru. Banyak bahaya yang sebelumnya belum
dikenal tetapi saat ini menjadi suatu potensi besar. Karena itu,
dalam melakukan identifikasi bahaya mesti selalu
mempertimbangkan kemungkinan adanya teknik baru atau
sistem pencegahan yang telah dikembangkan.
 Keterlibatan semua pihak yang terkait dalam proses
mengidentifikasi bahaya. Proses identifikasi bahaya harus
melibatkan atau dilakukan melalui konsiltasi dengan pihak
terkait misalnya dengan pekerja. Mereka paling mengetahui
adanya bahaya dilingkungan kerjanya masing-masing. Mereka
juga berkepentingan dengan pengendalian bahaya ditempat
kerjanya. Identifikasi bahaya juga berdasarkan masukan dari
pihak lain misalnya konsumen atau masyarakat sekitar.
Konsumen biasanya mengetahui berbagai kelemahan dan
kondisi bahaya yang ada dalam jasa atau produk yang
dihasilkan perusahaan.
 Ketersediaan metoda, peralatan, referensi, data dan dokumen
untuk mendukung kegiatan identifikasi bahaya. Salah satu
sumber informasi misalnya data kecelakaan yang pernah terjadi
baik internal maupun eksternal perusahaan.
 Akses terhadap regulasi yang berkaitan dengan aktivitas
perusahaan termasuk juga pedoman industri dan data seperti
MSDS (Material Safety Data Sheet).

Tidak ada komentar: