Menurut Kotler & Keller (2009) iklan yang efektif tergantung pada isi dan
struktur pesan yang disampaikan, suatu pesan dianggap ideal apabila memenuhi
model AIDA yang mana dapat menarik perhatian (Attention), minat (Interest),
keinginan atau hasrat (Desire), dan dapat menyebabkan suatu tindakan (Action).
Menurut Shimp (2003) iklan akan efektif bila pengiklan dapat mencapai
tujuan yang diinginkan. Terdapat pertimbangan dalam iklan yang efektif,
diantaranya:
- iklan harus memperpanjang suara strategi pemasaran. Iklan bisa jadi
efektif hanya bila cocok dengan elemen lain dari strategi komunikasi
pemasaran yang diarahkan dengan baik dan terintegrasi. - periklanan yang efektif harus menyertakan sudut pandang konsumen. Para
konsumen membeli manfaat- manfaat produk, bukan atribut. Oleh karena
itu iklan harus dinyatakan dengan cara yang berhubungan dengan
kebutuhan, keinginan, serta apa yang dinilai dengan konsumen. - periklanan yang efektif harus persuasif. Persuasif biasanya terjadi ketika
produk yang diiklankan dapat memberikan keuntungan tambahan bagi
konsumen. - iklan harus menemukan cara yang unik untuk menerobos kerumunan
iklan. Para pengiklan secara kontinyu berkompetisi dengan para
pesaingnyadalam menarik perhatian konsumen. - iklan yang baik tidak pernah menjajikan lebih dari apa yang busa
diberikan. Intinya adalah menerangkan dengan apa adanya, baik dalam
pengertian etika serta dalam pengertian bisnis cerdas. - iklan yang baik mencegah ide kreatif dari strategi yang berlebihan. Tujuan
iklan adalah mempersuasi dan mempengaruhi. Penggunaan humor yang
tak efektif mengakibatkan orang hanya ingat humornya saja, tetapi
melupakan pesanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar