Minggu, 15 Oktober 2023

Pengertian Perilaku Kerja Yang Inovatif


Setiap perusahaan selalu berusaha agar karyawan bisa
berprestasi dalam bentuk memberikan perilaku kerja yang inovatif
yang maksimal. Perilaku kerja yang inovatif bagi suatu perusahaan
sangatlah penting sebagai alat pengukur keberhasilan dalam
mencapai suatu tujuan. Inovasi didefinisikan sebagai suatu proses
dimana nilai ekonomi atau sosial diekstraksi dari pengetahuan yang
terjadi melalui penciptaan, difusi dan transformasi pengetahuan yang
menghasilkan untuk suatu produk atau proses baru yang ditingkatkan
secara signifikan dan kemudian digunakan oleh masyarakat
(Bos-Nehleset al., 2017). Perilaku kerja yang inovatif adalah perilaku
motivasi yang didorong oleh pribadi individu itu sendiri oleh karena itu,
diharapkan keadilan organisasi, dapat menjadi elemen dari proses
motivasi yang mempengaruhi perilaku kerja yang inovatif (Pan et al.,
2018).
Perilaku kerja yang inovatif didefinisikan sebagai bentuk
periaku yang bertujuan mencapai inisiasi dan pengenalan suatu ide, 
proses, prosedur maupun produk baru yang berguna bagi organisasi
(Wardhani dan Gulo, 2017). Sedangkan menurut Jong dan Hartog
(2019) inovasi adalah pemberian nilai tambahan terhadap suatu
produk, layanan, atau proses. Menurut Messman dan Mulder (2012)
mengatakan perilaku kerja yang inovatif adalah jumlah dari aktivitas
kerja dan kognitif yang dilakukan oleh karyawan dalam konteks
pekerjaan mereka, baik sendiri maupun berkelompok untuk mencapai
satu tugas yang dibutuhkan untuk tujuan pengembangan inovasi.
Perilaku kerja yang inovatif adlah perilaku motivasi yang didorong oleh
pribadi individu itu sendiri oleh karena itu, diharapkan keadilan
organisasi, dapat menjadi elemen dari proses motivasi yang
mempengaruhi perilaku kerja yang inovatif (Pan et al., 2018).
Perilaku inovatif telah diakui secara luas dalam literatur dan
dianggap sebagai sumber daya penting dalam lingkungan bisnis
kontemporer.misalnya, perilaku inovatif memungkinkan kelangsungan
hidup jangka panjang organisasi karena memungkinkan mereka
mencapai keunggulan kompetitif (Akram, Lei, Heider, dan Hussain,
2020). Bagi organisasi untuk mendorong mereka perilaku inovatif,
mereka harus sering mengandalkan kemampuan inovasi karyawan
individu (Castro & Guimaraes, 2020). Perilaku inovatif karyawan juga 
dikategorikan sebagai perilaku menyimpang positif, karena perilaku
tersebut memungkinkan individu untuk menyimpang dari norma yang
ada dan menantang status quo (kreativitas) (Wang, Liu, & Zhu, 2018).
Selain itu perilaku inovatif dalam layanan kontribusi pada peningkatan
kualitas layanan yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan
pelanggan dan meningkatkan kepuasan mereka (Li & Hsu, 2016).

Tidak ada komentar: