Menurut (Rivai dkk, 2012) keterlibatan kerja adalah derajat sejauh mana seseorang
memihak secara psikologis terhadap pekerjaannya dan menganggap tingkat kinerjanya penting
untuk harga diri. Menurut (Langton dkk., 2013) Keterlibatan kerja adalah suatu pekerjaan yang
diberikan kepada karyawan menurut ditandai dengan wujud peduli yang tinggi dari karyawan
terhadap pekerjaannya.
Menurut (Robbins, 2014) keterlibatan kerja adalah derajat dimana orang dikenal dari
pekerjaannya, berpartisipasi aktif di dalamnya, dan menganggap prestasinya penting untuk harga
diri. Keterlibatan kerja merupakan ukuran sejauh mana seseorang memihak secara psikologis
terhadap pekerjaannya dan menganggap kinerjanya sebagai ukuran harga dirinya.
Menurut (Wijaya, 2017) keterlibaatan karyawan adalah Karyawan dengan tingkat
keterlibatan kerja yang tinggi dengan kuat mengaitkan dirinya kepada jenis kerja yang dilakukan
dan benar-benar peduli dengan jenis kerja itu. Menurut (Sebastianus et al. 2017) keterlibatan kerja
adalah seberapa besar identifikasi secara psikologis individu terhadap pekerjaannya.
Menurut (Nasution et al. 2018), menyatakan bahwa keterlibatan kerja, merupakan
internalisasi nilai-nilai tentang kebaikan pekerjaan. Menurut (Perrot dalam Lejen, 2020)
keterlibatan kerja adalah tingkat seberapa jauh seseorang mengidentifikasikan diri terhadap
pekerjaan, berpartisipasi aktif di dalamnya, dan menganggap bahwa kinerja sebagai bagian penting
dari harga dirinya.
Menurut (Basyir, 2020) Keterlibatan Kerja: Melibatkan staf dalam pelaksanaan pekerjaan
merupakan tindakan yang diperlukan untuk memotivasi dan mendorong kepercayaan karyawan
untuk bekerja dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar