Minggu, 08 Oktober 2023

Indikator Kepuasan Kerja


Kepuasan kerja adalah sebagai suatu sikap umum seseorang individu
terhadap pekerjaannya. Pekerjaan menuntut interaksi dengan rekan kerja, atasan,
peraturan dan kebijakan organisasi, standar kinerja, kondisi kerja dan sebagainya.
Seorang dengan tingkat kepuasan kerja tinggi menunjukkan sikap positif terhadap
kerja itu, sebaliknya seseorang tidak puas dengan pekerjaannya menunjukkan sikap
negatif terhadap kerja itu. Menurut (Hedissa, 2017) alat ukur ini memiliki
pendekatan faset (aspek) dari Kepuasan Kerja, yang terdiri dari 9 faset sebagai
berikut: Gaji atau Upah (pay), Kesempatan Promosi, Supervisi/Atasan, Fringe
Benefits (Tunjangan-Tunjangan diluar gaji), Contingen Rewards. Kondisi
Perusahaan, Rekan Kerja, Pekerjaan itu Sendiri atau Tipe Pekerjaan dan
Komunikasi. 
Menurut (Gupta, Bhalla, & Kumar, 2021) indikator dari kepuasan kerja
terdiri dari:
1. Isi pekerjaan
Penampilan tugas atau atribut pekerjaan yang aktual dan sebagai kontrol
terhadap pekerjaan. Karyawan akan merasa puas apabila tugas kerja dianggap
menarik dan memberikan kesempatan belajar dan mendapat kepercayaan
tanggung jawab atas pekerjaan itu.
2. Supervisi
Perhatian dan hubungan yang baik dari pimpinan kepada bawahan, sehingga
karyawan akan merasa bahwa dirinya menjadi bagian yang penting dari
organisasi. Sebaliknya, supervisi yang buruk dapat meningkatkan turn over dan
absensi karyawan.
3. Organisasi dan manajemen
Perusahaan dan manajemen yang baik adalah yang mampu memberikan situasi
dan kondisi kerja yang stabil, untuk memberikan kepuasan kepada karyawan.
4. Kesempatan untuk maju
Adanya kesempatan untuk memperoleh pengalaman dan peningkatan
kemampuan selama bekerja akan memberikan kepuasan pada karyawan
terhadap pekerjaannya.
5. Gaji dan keuntungan dalam bidang finansial
Gaji adalah suatu jumlah yang diterima dan keadaan yang dirasakan dari upah
(gaji). Jika karyawan merasa bahwa gaji yang diperoleh mampu memenuhi
kebutuhan hidupnya, diberikan secara adil didasrakan pada tingkat 
keterampilannya, tuntutan pekerjaan, serta standar gaji untuk pekerjaan tertentu,
maka akan ada kepuasan kerja.
6. Rekan Kerja
Adanya hubungan yang dirasa saling mendukung dan saling memperhatikan
antar rekan akan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan hangat
sehimgga menimbulkan kepuasan kerja pada karyawan.
7. Kondisi Kerja
Kondisi kerja yang mendukung akan meningkatkan kepuasan kerja pada
karyawan. Kondisi kerja yang mendukung artinya tersedianya sarana dan
prasarana kerja yang memadai sesuai dengan sifat tugas yang harus
diselesaikannya.

Tidak ada komentar: