Kepemimpinan transaksional adalah perilaku pemimpin yang
memfokuskan perhatiannya pada transaksi interpersonal antara pemimpin
dengan anggota yang melibatkan hubungan pertukaran. Kepemimpinan
transaksional harus mampu mengenali apa yang diinginkan anggota dari
pekerjaanya dan memastikan apakah telah mendapatkan apa yang
diinginkan. Kepemimpinan transaksional memiliki proses yaitu
memperkenalkan apa yang diinginkan bawahan dari pekerjaannya dan
memikirkan apa yang akan bawahannya peroleh jika hasil kerjanya bagus.
Pemimpin dan para pengikutnya merupakan pihak-pihak yang independen
yang masing-masing mempunyai tujuan, kebutuhan, dan kepentingan
sendiri.
Menurut Robbins dan Coulter (2010) bahwa pemimpin transaksional
(transactional leader) adalah pemimpin yang memimpin dengan
menggunakan pertukaran sosial atau transaksi. Pemimpin transaksi
mengarahkan atau memotivasi bawahannya untuk bekerja mencapai tujuan
dengan memberikan penghargaan atas produktivitas mereka.
Bass (dalam Tjahjono, 2004), memandang kepemimpinan transaksional
sebagai sebuah pertukaran imbalan-imbalan untuk mendapatkan kepatuhan.
Beberapa komponen penting di dalamnya meliputi perilaku transaksional
(disebut perilaku “contingent reward”) mencakup kejelasan mengenai
pekerjaan yang diminta untuk memperoleh imbalan-imbalan, penggunaan
insentif dan contingent rewards untuk mempengaruhi motivasi. Komponen
selanjutnya adalah “active management by exception” termasuk
pemantauan dari para bawahan dan tindakan-tindakan memperbaiki untuk
memastikan bahwa pekerjaan tersebut telah dilaksanakan secara efektif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar