Setiap orang yang bekerja sangat mengharap kepuasan dari tempat dia
bekerja. Karena pada dasarnya kepuasan kerja merupakan respon yang aktif yang
memiliki sifat tunggal yang setiap tunggalnya ingin memiliki tingkat kepuasan
yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan nilai yang dimiliki.
Kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan
mencintai pekerjaannya. Sikap ini tercermin dalam kedisiplinan dan prestasi kerja.
Kepuasan kerja dapat dinikmati dalam pekerjaan, luar pekerjaan dan kombinasi
dalam dan luar pekerjaan (Hasibuan, 2012: 202).
Menurut Priansa (2014: 291) Kepuasan kerja merupakan perasaan pegawai
terhadap pekerjaannya, apakah senang/suka atau tidak senang/tidak suka sebagai
hasil interaksi pegawai dengan lingkungan pekerjaannya atau sebagai presepsi
sikap mental, juga sebagai hasil penilai pegawai terhadap pekerjaannya.
Sebagaimana menurut Chia et al (2013) Kepuasan kerja merupakan
komponen yang terpenting didalam penelitian yang mengenai sifat dari suatu
organisasi.
Rivai & Sagala (2013: 856) berpendapat bahwa Kepuasan kerja pada
dasarnya merupakan sesuatu yang bersifat individual. Setiap individu memiliki
tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang ada pada
dirinya. Makin tinggi penilaian terhadap kegiatan dirasakan sesuai dengan
keinginan individu, maka makin tinggi kepuasannya terhadap kegiatan tersebut.
Dengan demikian kepuasan kerja merupakan evaluasi yang menggambarkan
seseorang atas perasaan sikapnya senang atau tidak senang, puas atau tidak puas
dalam bekerja.
Menurut Mangkunegara (2011: 117) bahwa “Kepuasan kerja adalah suatu
perasaan yang menyokong atau tidak menyokong diri pegawai yang berhubungan
dengan pekerjaannya maupun kondisi dirinya”.
Menurut Rini, dkk (2013) bahwa ”Kepuasan kerja adalah suatu ungkapan
perasaan menyenangkan dari hasil persepsi individu dalam rangka menyelesaikan
tugas atau memenuhi kebutuhannya dalam memperoleh nilai-nilai kerja yang
penting bagi dirinya”.
Menurut Prasetya, dkk (2013) menyatakan tingkat kepuasan kerja yang
rendah akan mengakibatkan terganggunya aktivitas seseorang individu dalam
pencapaian tujuannya, karena kepuasan kerja merupakan salah satu indikator
keefektifitas kinerja sesesorang.
Minggu, 15 Oktober 2023
Defenisi Kepuasan Kerja
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar