Citra perusahaan (corporate image) menurut Jefkins (2004) adalah citra dari suatu
organisasi secara keseluruhan, bukan sekedar citra atas produk ataupun layanan. Sutisna dan
Teddy (2001) menyatakan bahwa citra adalah total persepsi terhadap suatu obyek yang dibentuk
dengan memproses informasi dari berbagai sumber setiap waktu. Alma (2002) menyatakan bahwa
citra didenifisikan sebagai kesan yang diperoleh sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman
seseorang tentang sesuatu
Sutojo (2004) mengemukakan bahwa citra perusahaan yang baik dan kuat mempunyai
manfaat sebagai berikut :
a. daya saing jangka menengah dan panjang yang mantap
b. menjadi perisai selama masa krisis
c. menjadi daya tarik eksekutif handal
d. meningkatkan efektivitas strategi pemasaran
e. penghematan biaya operasional
Selanjutnya, Sutojo (2004) juga mengemukakan bahwa keberhasilan perusahaan membangun
citra dipengaruhi oleh berbagai macam faktor yaitu :
a. citra dibangun berdasarkan orientasi terhadap manfaat yang dibutuhkan dan diinginkan
kelompok sasaran
b. manfaat yang ditonjolkan cukup realistis
c. citra yang ditonjolkan sesuai dengan kemampuan perusahaan
d. citra yang ditonjolkan mudah dimengerti kelompok sasaran
e. citra yang ditonjolkan merupakan sarana, bukan tujuan usaha.
Jefkins (1998) menyatakan bahwa citra perusahaan adalah karakter dari suatu organisasi dan
cara perusahaan dalam memandang untuk berperilaku dan bereaksi yang berfungsi untuk
mempengaruhi kesan yang ditimbulkan. Faktor yang mempengaruhi reputasi perusahaan yang
berpengaruh terhadap citra perusahaan sehingga perlu mendapat perhatian yaitu :
a. Pelanggan
b. Menyediakan pelayanan bagi pelanggan dengan cara memelihara kualitas produk sehingga
perusahaan dapat diandalkan oleh pelanggannya
c. Penyandang dana
d. Kepercayaan
e. Menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mencetak laba, mempertahankan stabilitas
usaha, menunjukkan bahwa perusahaan mempunyai prospek untuk tumbuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar