Sabtu, 08 Juli 2023

Strategi Bersaing


Persaingan bisnis yang semakin kompetitif menuntut perusahaan untuk
menerapkan strategi bisnis yang tepat dalam menghadapi lingkungan bisnis yang
turbulen, yang diindikasikan oleh proses inovasi secara terus menerus dan
tingginya tingkat perubahan selera konsumen. Menurut Kathandaraman dan
Wilson dalam Suhartati and Rosietta (2012) salah satu kunci sukses perusahaan
dalam persaingan bisnis adalah memiliki dan mempertahankan keunggulan
kompetitif yang terletak pada kemampuan perusahaan untuk membedakan diri
dengan pesaingnya dan kemampuan produksi dengan biaya yang lebih rendah.Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) strategi /stra·te·gi/ /stratégi/
adalah ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa(-bangsa) untuk
melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai; ilmu dan seni
memimpin bala tentara untuk menghadapi musuh dalam perang, dalam kondisi
yang menguntungkan. Sedangkan menurut Chandler (1965) strategi merupakan
penetapan sasaran dan tujuan jangka panjang sebuah perusahaan dan arah
tindakan serta alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai sasaran dan
tujuan itu. Sedangkan dalam manajeman strategi yang baru, Mintzberg dalam
Porter (2015) mengemukakan 5P yang sama artinya dengan strategi, yaitu
Strategi adalah Perencanaan (Plan) Konsep strategi tidak lepas dari aspek
perencanaan, arahan atau acuan gerak langkah perusahaan untuk mencapai suatu
tujuan di masa depan. Akan tetapi, tidak selamanya strategi adalah perencanaan ke
masa depan yang belum dilaksanakan. Strategi juga menyangkut segala sesuatu
yang telah dilakukan sebelumnya. Strategi adalah Pola (Patern) Menurut
Mintzberg (2014) “strategy is patern”, yang selanjutnya disebut sebagai intended
strategy, karena belum terlaksana dan berorientasi ke masa depan. Atau disebut
juga sebagai realized strategy karena telah dilakukan oleh perusahaan. Strategi
adalah Posisi (Position) yaitu memposisikan produk tertentu ke pasar tertentuyang
dituju. Strategi sebagai posisi cenderung melihat ke bawah, yaitu ke suatu titik
bidik di mana produk tertentu bertemu dengan pelanggan, dan melihat ke luar
yaitu meninjau berbagai aspek lingkungan eksternal. Strategi adalah Perspektif
(Perspektif) jika dalam arti Pola dan Posisi cenderung melihat ke bawah dan ke
luar, maka sebaliknya dalam Perspektif cenderung lebih melihat ke dalam yaitu ke
dalam organisasi, dan ke atas yaitu melihat grand vision dari perusahaan. Strategi
adalah Permainan (Play) artinya strategi adalah suatu manuver tertentu untuk
memperdaya lawan atau pesaing. Suatu merek misalnya meluncurkan merek
kedua agar posisinya tetap kukuh dan tidak tersentuh, karena merek-merek
pesaing akan sibuk berperang melawan merek kedua tadi.
Cara perusahaan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif yang
berkelanjutan merupakan inti dari strategi bersaing. Pilihan strategi bersaing
didasarkan pada keunggulan kompetitif yang dapat dikembangkan oleh
organisasi. Bagaimana cara organisasi akan bersaing dalam suatu industri adalah
pilihan strategi bersaing. Menurut Porter dalam Wheelen and Hunger (2012),
strategi bersaing dapat dilakukan dengan kepemimpinan biaya, diferensiasi, dan
focus atau biasa disebut dengan strategi bersaing generik.
Dalam karyanya yang paling terkenal competitive strategy. Michael p.
Porter dalam Wheelen and Hunger (2012) mengungkapkan beberapa strategi yang
dapat digunakan perusahaan untuk bersaing. Beberapa aspek inti dari teori Porter
tersebut adalah:
1. Persaingan merupakan inti keberhasilan dan kegagalan. Hal ini berarti
bahwa keberhasilan atau kegagalan bergantung pada keberanian perusahaan
untuk dapat bersaing. Strategi bersaing dimaksudkan untuk
mempertahankan tingakat keuntungan dan pasisi yang langeng ketika
menghadapi persaingan.
2. Keunggulan bersaing berkembang dari nilai yang mampu diciptakan oleh
perusaan bagi langganan atau pembeli. Keunggulan bersaing
menggambarkan cara perusahaan memilih dan dan mengimplementasikan
strategi generik untuk mencapai dan mempertahankan keunggulan bersaing.
3. Ada dua jenis dasar keunggulan bersaing, yaitu biaya rendah dan
diferensiasi. semua keunggulan bersaing ini berasal dari struktur industri.
perusahaan yang berhasil dengan strategi biaya rendah memiliki
kemampuan dalam mendisain produk dan pasar yang lebih efisien
dibandingkan pesaing. Sedangkan diferensiasi adalah kemapuan untuk
menghasilkan barang dan jasa unit serta memiliki nilai lebih bagi pembeli
dan bentuk kualitas produk, sifat-sifat khusus, dan pelayanan lainnya.
Menurut Porter dalam Brian and George (2006) perusahaan kadang bisa
dengan sukses menggunakan lebih dari satu strategi bersaing generik.
Implementasi pada strategi bersaing ini membutuhkan komitemn dan dukungan
dari organisasi untuk bisa mencapai tujuannya yaitu mendapatkan keunggulan
bersaing sehingga pesaing sulit untuk meniru produk yang kita tawarkan kepada
konsumen

Tidak ada komentar: