“Untuk bisa bersaing di dalam pasar persaingan yang global, organisasi
membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan efektif” (Dess et al., 2008).
Kepemimpinan adalah suatu proses dimana individu mempengaruhi kelompok
untuk mencapai tujuan umum Northouse dalam Thoyib (2012). Pengertian ini
dipertajam bahwa kepemimpinan itu adalah kemampuan untuk menanamkan
keyakinan dan memperoleh dukungan dari anggota organisasi untuk mencapai
tujuan organisasi Dubrin, A. J. Dalam Thoyib (2012). Sedangkan menurut Dess
dkk (2008) kepemimpin adalah agen perubahan yang sukses dalam meyakinkan
bagaimana mereka mengimplementasikan strategi untuk mencapai visi dan misi
mereka. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keemimpinan adalah kemampuan
seseorang untuk mempengaruhi orang lain atau anggota dalam mencapai tujuan
organisasi.
Selanjutnya Yulk (2010) kemampuan pemimpin melakukan tindakan
strategisnya bergantung pada faktor historis organisasi (budaya organisasi) yang
dipengaruhi oleh perubahan lingkungan eksternal (hadirnya kompetitor baru,
perkembangan teknologi, menurunnya permintaan jasa/produk, iklim
politik/peraturan yang berbeda), penguatan strategi dan peningkatan konsistensi
antara strategi, struktur organisasi, budaya dan sumber daya manusia. Bianco dan
Schermerhorn dalam Winerungan dan Thoyib (2012), berpendapat bahwa ciri
atau karakteristik kepemimpinan strategis yakni: terlibat dalam perubahan, lebih
proaktif dalam mengkomunikasikan perubahan, tidak bersedia mengubah
kepemimpinan menjadi konsultan eksternal serta tidak sekedar memiliki visi
perubahan namun disertai kapasitas berkelanjutan untuk implementasi perubahan,
selalu mendorong terciptanya perubahan perilaku secara positif, mandiri dan
memungkinkan orang lain melakukan hal yang sama serta berani mengambil
resiko.
Rothaerment (2015) mengatakan bahwa “Strategy Leadership is the
behaviour and styles of executives that influence others to achieve the
organization” . Sedangkan menurut Ireland and Hitt (2008) mendefinisikan
kepemimpinan strategis sebagai“the ability to anticipate, envision, maintain
flexibility and empower others to create strategic change as necessary.
Sedangkan, Sachin and Bansidhar (2013) mendefinisikan kepemimpinan strategis
sebagai “the ability to influence others to voluntarily make day-to-day decisions
that enhance the long-term viability of the organisation, while at the same time
maintaining its short-term financial stability”.
Sabtu, 08 Juli 2023
Kepemimpinan Stratejik
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar