Senin, 12 Juni 2023

Pengertian Mekanisme Bonus

Mekanisme bonus adalah kompensasi tambahan atau penghargaan yang diberikan kepada pegawai atas keberhasilan pencapian tujuan-tujuan yangditargetkan perusahaan. Mekanisme bonus berdasarkan laba merupakan carayangpaling sering digunakan perusahaan dalam memberikan memberikan penghargaan kepada direksi atau manajer. Mekanisme bonus merupakan salah satu strategi atau motif perhitungan dalam akuntansi yang tujuanya adalah untuk memberikan penghargaan kepada direksi atau manajemen dengan melihat laba secara keseluruhan. Adanya kebijakan bonus yang sudah tepat, maka pemilik berharap manajemen dapat meningkatkan kinerja perusahaan melalui efisiensi pembayaran pajak (Mispiyanti, 2015).Menurut Suryatiningsih(2009), mekanisme bonus adalah komponen penghitungan besarnya jumlah bonus yang diberikan oleh pemilik perusahaan atau para pemegang saham melalui RUPS kepada anggota direksi yang dianggap mempunyai kinerja baik. Irpan(2010), juga menyebutkan bahwa mekanismebonus dapat diartikan sebagai suatu proses pemberian imbalan diluar gaji kepada direksi perusahaan atas hasil kerja yang dilakukan. Prestasi kerja tersebut dapat dinilai dan diukur berdasarkan suatu penilaian yang telah ditentukan perusahaan secara objektif.Mengingat bahwa pemberian bonus didasarkan pada besarnya laba, maka adalah logis jika direksi berusaha melakukan tindakan mengatur dan memanipulasi laba demi memaksimalkan bonus dan remunerasi yang mereka terima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa mekanisme bonus merupakan salah satu strategi atau motif perhitungan dalam akuntansi yang tujuannya adalah untukmemaksimalkan penerimaan kompensasi oleh direksi atau manajemen dengan cara meningkatkan laba perusahaan secara keseluruhan. Namun, sebagai akibat dari adanya praktik transfer pricing, maka tidak menutup kemungkinan akan terjaadi kerugian pada salah satu divisi atau subunit. Merujuk kepada pendapat Horngren(2008), yang menyebutkanbahwa kompensasi bonusdilihat
berdasarkan timbervariasi di berbagai divisi dalam satu organisasi. Sebagai timperusahaan maka harus bersedia untuk saling membantu. Jadi bonus direksi tidak didasarkan pada laba subunit namun berdasarkan pada kebaikan dan laba perusahaan secara keseluruhan.Alasan mekanisme dipilih sebagai variabel independen karena variabelini yang menjadi sebab atau berubahnya variabel lain (variabel dependen), peneliti ingin mencari tahu sebab atau pengaruh mekanisme bonus terhadap keputusan transfer pricing.

Tidak ada komentar: