berpengaruh negatifterhadap manajemenlaba.Proporsi anggota dewan komisaris yang berasal dari luar perusahaan berhubungan negatif dengan manajemen laba. Hal ini karena anggota komisaris dari luar dapat meningkatkan tindakan pengawasan. Dari uraian diatas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagaiberikut:H3 : Proporsi dewan komisaris independen berpengaruh negatifsignifikan terhadap manajemen laba4. Pengaruh ukuran perusahaan terhadap manajemen labaSemakin besar ukuran perusahaan, biasanya informasi yang tersedia untuk investor dalam pengambilan keputusan sehubungan dengan investasi dalam saham perusahaantersebut semakin banyak. Lee danChoi (2002) menemukan bahwa perusahaan yang lebih besar kurang memiliki dorongan untuk melakukan perataaan laba dibandingkan perusahaan-perusahaan kecil karena perusahaan besar dipandang lebih kritis oleh pihak luar. Karena itu, diduga bahwa ukuran perusahaan mempengaruhibesaran pengelolaan laba perusahaan.Hasil penelitian Azlina (2010) menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif ukuran perusahaan terhadap manajemen laba.Sedangkan hasil penelitian Anggraeini (2013) yaitu ukuran perusahaan berpengaruhnegatifterhadap manajemen laba. Perusahaan yang berukuran besar lebih diminati oleh para analis dan broker, dimana laporan keuangan yang dipublikasikanlebih bersifat transparan sehingga memperkecil timbulnya asimetri
Rabu, 21 Juni 2023
Pengaruh proporsi dewan komisaris independen terhadap manajemen laba
Dewan komisaris sebagai puncak dari sistem pengelolaan internal perusahaan, memiliki peranan yang sangat penting dalam perusahaan, terutama dalam pelaksanaan good corporate governance. Menurut Zehnder (2000), dewan komisaris merupakan inti dari corporate governance yang ditugaskan untuk menjamin pelaksanaan strategi perusahaan, mengawasi manajemen dalam mengelola perusahaan, serta mewajibkan terlaksananya akuntabilitas.Dewan komisaris diharapkan dapat meningkatkan kualitas laba dengan membatasi tingkat manajemen laba melalui fungsi monitoring atas pelaporan keuangan. Dengan banyaknya jumlah dewan komisaris yang ada, maka diharapkan dapat meningkatkan corporate governance sehingga akan menurunkan tingkat manajemen laba.Dechow dkk (1996) dalam penelitiannya menunjukkan bahwa perusahaan yang melakukan manipulasi laba lebih besar kemungkinannya memiliki dewan komisaris yang didominasi oleh manajemen dan lebih besar kemungkinannya memiliki direksi utamayang merangkap menjadi komisaris utama. Wedari (2004) menemukan bahwa dewan komisaris yang independen akan membatasi aktivitas pengelolaan laba.Ardiansyah (2013) menyatakan bahwa proporsi dewan komisaris independen
informasi yang dapat mendukung timbulnya manajemenlaba.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar