Leverage adalah kemampuan perusahaan untuk menggunakan aktiva atau dana yang mempunyai beban tetap secara efektif sehingga dapat memperoleh tingkat penghasilan usaha yang optimal.Besarnya tingkat hutang perusahaan (leverage)dapat mempengaruhi tindakan manajemen laba.Leverageyang tinggi yang disebabkan kesalahan manajemen dalam mengelola keuangan perusahaan atau penerapan strategi yang kurang tepat dari pihak manajemen. Oleh karena kurangnya pengawasan yang menyebabkan leverageyang tinggi, juga akan meningkatkan tindakan oppurtunisticseperti manajemen laba untuk mempertahankan kinerjanya dimata pemegang saham dan publik. Semakintinggi nilai leverage maka resiko yang akan dihadapi investor akan semakin tinggi dan parainvestor akan memimta keuntungan yang semakin besar. Leveragemenunjukan proporsipenggunaan utang untuk membiayai investasinya. Mengacu pada hipotesis yang melatarbelakangi tindakan manajemen laba yaitu debtcovenanant hypotesisyang menyatakan bahwa jika suatu perusahaan menyimpang perjanjian hutang
yang telah dibuat berdasarkan laba akuntansi, maka semakin besar kemungkinan manajemen perusahaan memilih prosedur akuntansi yang menggeser laba akuntansi dariperiode mendatang ke periode sekarang (Watt dan Zimmerman,1986). Hasil peneletian Azlina (2010), Ardiyansyah (2013) dan Gunawan dan Purnmawati (2015)menyatakan bahwa leverage berpengaruh positif terhadap manajemen laba. Semakin besar utang perusahaan makasemakin besar resiko yang dihadapi investor sehingga investor akan meminta tingkat keuntunganyang semakin tinggi. Akibatnya kondisi tersebut mendorong manajemen perusahaan untukmelakukan tindakan manajemen laba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar