Rabu, 21 Juni 2023

Income Smoothing

Perataan laba (income smoothing) adalah salah satu cara yang dilakukan manjemen untuk membuat laba terlihat stabilatau tidak terlalu besarperbedaannyaantar periode.Cara ini dilakukan manajemen untuk mencapai
posisi laba yang diinginkan dalam laporan laba rugi agar menarik minat investor dalam berinvestasi, karena perhatian investor seringkali hanya terpusat pada prosedur yang digunakan perusahaan untuk menghasilkan informasi laba tersebut (Subekti, 2005). Laba yang dilaporkan dalam posisi yang stabil akan memberikan rasa lebih percaya diri atau merasa aman bagi pemilik perusahaan yang disertai dengan tujuan untuk meningkatkan kepuasaan pemegang saham melalui tingkat stabilitas laba yang dilaporkan, namun masih dalam batas aturan akuntansi yang berlaku (Stolowy dan Breton, 2000).Beidleman (1973) mendifinisikan income smoothing adalah sebagai suatu upaya yang dilakukan manajemen untuk mengurangi perbedaanyang besar dalam laba perusahaan dengan tujuan untuk mencapai suatu tingkat yang normal bagi perusahaan.Income smoothing merupakan suatu alat yang digunakan manajemen untuk mengurangi perbedaanyang besardari laba yang dilaporkan dalam target yang diharapkan dengan jalan memanipulasi laba yang diperoleh tidak dilaporkan sebenarnya.Konsep income smoothing yang terjadi pada perbankan lebih dikenal dengan istilah dinamic provisioning. Yaitu cadanganyang digunakan bank dalam mengantisipasi kondisi keuangan yang kurang baik dengan membuat cadangan ketika bank dalam kondisi keuangan yang baik. Pembentukan cadangan ini dapat membuat laba yang diterima bank tampak stabil. Kondisi
ini menjadi perhatian para pemilik dana karena mereka menganggap bahwadana yang diinvestasikan menguntungkan dan bersifat stabil. Menurut Wolk et. al. (2001) income smoothing merupakan salah satu jalanyang dapatmengurangi resiko.Oleh karena itu, perlu diperhatikan tiga cara dalam praktik perataan laba yang dapat diterima, yaitu:a.Manajemen menentukan waktu terjadinya peristiwatertentu melalui kebijakan yang dimiliki (misalnya biaya riset dan pengembangan).b.Mengubah metode akuntansi, dalam hal ini manajer dapat mengalokasikan pendapatan atau biaya tertentu untuk beberapa periode akuntansi.c.Manajer memiliki kebijakan sendiri dalam mengklasifikasikan pos-pos laba rugi tertentu kedalam kategori berbeda. Menurut Foster (2001) tujuan perataan laba adalah sebagai berikut :a.Meningkatkancitra perusahaan di mata pihak luar bahwa perusahaan tersebut memiliki resiko yang rendah.b.Menyediakaninformasi yang relevan dalam memperkirakanlaba di masa yang akan datang.c.Meningkatkan kepuasaan relasi bisnisd.Meningkatkan persepsi pihak eksternal terhadap kemakmuran manajemene.Meningkatkan kompensasi bagi manajemen.

Tidak ada komentar: