Minggu, 04 Juni 2023

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Modal Kerja


Munawir (2014) menyebutkan bahwa kebutuhan
perusahaan akan modal tergantung pada faktor-faktor sebagai
berikut:
1. Sifat atau type dari perusahaan
Modal kerja dari suatu perusahaan jasa relatif akan lebih
rendah bila dibandingkan dengan perusahaan industry, 
karena perusahaan jasa tidak memerlukan investasi yang
besar dalam kas, piutang maupun persediaan. Kebutuhan
uang tunai untuk membayar pegawainya atau untuk
membayar biaya operasionalnya dapat dipenuhi dari
penghasilan atau penerimaan-penerimaan saat itu juga,
sedangkan piutang dapat ditagih dalam waktu yang relatif
pendek, bahkan untuk perusahaan jasa tertentu menerima
uang justru lebih dulu dari pelayanan jasanya.
2. Waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi atau
memperoleh barang yang akan dijual serta harga persatuan
dari barang tersebut. Semakin panjang waktu yang
dibutuhkan untuk memproduksi atau untuk memperoleh
barang tersebut makin besar pula modal yang dibutuhkan.
Dalam perusahaan jasa perputaran pelayanan jasa semakin
cepat maka semakin kecil modal kerja yang diperlukan
untuk pembiayaan kegiatan operasional lainnya. Penawaran
yang efektif kepada para pemakai jasa sangat diperlukan
dalam hal ini.
3. Syarat pembelian bahan atau barang dagangan.
Jika syarat kredit yang diterima saat pembelian
menguntungkan, makin sedikit uang kas yang harus
diinvestasikan dalam persediaan bahan atau barang
dagangan. Sebaliknya bila pembayaran atas bahan atau
barang yang dibeli tersebut harus dilakukan dalam jangka
waktu yang pendek maka uang kas yang diperlukan untuk
membiayai persediaan semakin besar pula.
4. Syarat penjualan.
Semakin lunak kredit yang diberikan oleh perusahaan
kepada para pembeli akan mengakibatkan semakin besar
jumlah modal kerja yang harus diinvestasikan dalam sektor
piutang. 
5. Tingkat perputaran persediaan.
Tingkat perputaran persediaan (inventory turn-over),
menunjukkan berapa kali persediaan tersebut diganti dalam
arti dibeli dan dijual kembali. Semakin tinggi tingkat
perputaran persediaan tersebut maka jumlah modal kerja
yang dibutuhkan (terutama yang harus diinvestasikan dalam
persediaan) semakin rendah.

Tidak ada komentar: