Minggu, 04 Juni 2023

Definisi Persepsi Resiko


Menurut Schiffman & Kanuk (2007:136) persepsi adalah suatu proses
seorang individu dalam menyeleksi, mengorganisasikan, dan menterjamahkan
stimulus- stimulus informasi yang datang menjadi suatu gambaran yang
menyeluruh. Persepsi mempunyai pengaruh yang kuat bagi konsumen. Salah satu
faktor yang berpengaruh terhadap konsumen yaitu persepsi akan harga.
Secara teori menurut Peter dan Olson (2012:74) risiko terduga (perceived
risk) merupakan konsekuensi yang tidak diharapkan yang ingin dihindari
konsumen saat membeli dan menggunakan produk. Schiffman dan Kanuk
(2007:170) mendefinikan risiko sebagai suatu situasi dimana pembuat keputusan
memiliki pengetauan apriori konsekuensi yang merugikan dan kemungkinan
terjadinya.
Menurut Schiffman dan Kanuk (2007:171) tipe risiko utama yang
dirasakan konsumen ketika mengambil keputusan pembelian meliputi: (1)
fuctional risk : risiko bahwa produk tersebut tidak mempunyai kinerja seperti
yang diharapkan, (2) fisical risk: risiko terhadap diri dan orang lain yang dapat
ditimbulkan produk, (3) financial risk: risiko pada produk yang tidak seimbang
dengan harganya, (4) social risk : risiko bahwa pilihan produk yang jelek dapat
menimbulkan rasa malu dalam lingkungan sosial, (5) psychological risk: risiko
bahwa pilihan produk yang jelek dapat melukai ego konsumen, dan (6) time risk :
risiko bahwa waktu yang digunakan untuk mencari produk atau jasa akan sia-sia
jika produk tersebut tidak bekerja seperti yang diharapkan.
Schiffman et al. dalam Suresh.A.M (2011:337) mengatakan bahwa
persepsi akan resiko adalah sebuah ketidakpastian yang dihadapi konsumen ketika
mereka tidak dapat meramalkan konsekuensi dimasa yang akan datang atas
keputusan pembelian yang mereka lakukan.
Dari berbagai pengertian persepsi risiko menurut para ahli, maka menurut
pendapat saya bahwa persepsi risiko sebagai ketidakpastian konsumen mengacu
pada kemungkinan bahwa seseorang percaya peristiwa yang tidak diketahui
mungkin terjadi. Dimana dari keadaan ketidakpastian inilah yang menjadikan
berbedanya jenis dari konsekuensi yang dapat dikaitkan dengan pembelian dan
konsumsi produk atau jasa

Tidak ada komentar: