Minggu, 15 Januari 2023

Pengertian Gaya Kepemimpinan (skripsi, tesis, dan disertasi)

Gaya kepemimpinan adalah sifat, kebiasaan, tempramen, watak, dan kepribadian yang membedakan seorang pemimpin dalam berinteraksi dengan orang lain (Kartono 2013). Gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan oleh seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku orang lain. Masing-masing gaya tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan. Seorang pemimpin akan menggunakan gaya kepemimpinan sesuai kemampuan dan kepribadiannya (Srilulu, 2019). Menurut Gani (2020) bahwasanya gaya kepemimpinan adalah suatu cara pemimpin untuk mempengaruhi bawahannya. Jadi gaya kepemimpinan mirip dengan pemilihan dan penggunaan unsur yang tepat demi mencapai dan meningkatkan kinerja organisasi. Gaya kepemimpinan merupakan cara pimpinan untuk mempengaruhi orang lain atau bawahannya sedemikian rupa sehingga orang tersebut mau melakukan kehendak pimpinan untuk mencapai tujuan organisasi meskipun secara pribadi hal tersebut mungkin tidak disenangi. Gaya kepemimpinan berfungsi untuk mempengaruhi, menggerakkan, memotivasi dan mendisiplinkan orang lain dalam bekerja sehingga masing-masing pimpinan mempunyai gaya kepemimpinan yang berbeda antara satu pimpinan dengan pimpinan yang lain, dan setiap bawahan tentunya memiliki persepsi yang berbeda-beda dengan gaya kepemimpinan yang ada (Hadidjah 2013).d.Teori –teori Gaya KepemimpinanDari sejumlah literatur kepemimpinan, ada beberapa teori kepemimpinanyang dikemukakan menurut Lian(2017)diantaranya:1)Teori sifat Teori sifat (Trait theory) adalah teori yang mempertanyakan sifat -sifat apakah yang membuat seseorang dapat menjadi seorang pemimpin. Dari teori ini dapat disimpulkan bahwa pemimpin itu dilahirkan. 2)Teori kelompok Teori kelompok (Group Theory) adalah teori dalam organisasi yang digunakan untuk mencapai tujuannya maka harus ada pertukaran positif antara pemimpin dan pengikut atau bawahan. Dalam hal ini teori kelompok adalah teori bersama.
 3)Teorisituasional dan model kontijensi. Studi kepemimpinan ini berangkat dari anggapan bahwa kepemimpinan seseorang ditentukan oleh berbagai faktor situasional dan saling ketergantungan satu sama lainnya.4)Teori Hersey dan Blenchard. Teori ini memusatkan perhatian kepada para pengikut kepemimpinan yang berhasil dicapai dengan milih gaya kepemimpinan yang tepat, tergantung pada tingkat kesiapan atau kedewasaan para pengikutnya. 5)Teori Pertukaran Pemimpin –Anggota. Para pemimpin menciptakan kelompok dalam dan kelompok luar, bawahan dengan status kelompok dalam mempunyai penilaian kinerja yang lebih tinggi, tingkat keluarnya karyawan lebih rendah dan kepuasan yang lebih besar bersama atasan mereka6)Teori Path Goal(Jalur Tujuan) Robert House Diantara teori-teori tentang kepemimpinan, teori Path Goal pertama kali dikemukakan oleh House (1971), yang terus direvisi dan diubah menjadi model yang lebih canggih termasuk variabel situasional dari variabel individu dan lingkungan, tersistematisasi. Ini adalah teori yang menjelaskan jalur yang mempengaruhi kepuasan dan kinerja bawahan sesuai dengan bagaimana perilaku kepemimpinan yang diberikan kepada bawahan menggunakan parameter dan variabel kontrol (Kim & Ko, 2020).Dalam teori jalur tujuan Path Goal Theory, yang dikembangkan oleh Robert House (1996) menyatakan bahwa seorang pemimpin harus mampu mewujudkan empat gaya perilaku yang berbeda (Malik, Aziz & Hassan, 2014). Gaya kepemimpinan ini terbagi menjadi 4 macam, yaitu:1)Gaya Kepemimpinan Direktif Tipe ini sama dengan “model kepemimpinan yang otokratis. Bawahan tahu pasti apa yang diharapkan darinya dan pengarahan yang khusus diberikan oleh pemimpin. Dalam model ini tidak ada partisipasi dari bawahan (Hadidjah, 2013). Yang dimaksud gaya kepemimpinan direktifketika pemimpin memberikan pedoman khusus kepada bawahan tentang bagaimana”mereka harus melakukan tugas mereka. Selanjutnya
 
 
25pemimpin menetapkan standar kerja dan memberikan ekspektasi kinerja yang eksplisit (Malik, Aziz & Hassan, 2014). House &Dessler (2005) mendefinisikan perilaku direktif sebagai ekspektasi pemimpin mengenai hasil bawahan dengan memberikan arahan dan instruksi. Tipe ini digunakan ketika bawahan tidak memahami aktivitas pembelajaran atau tujuan pembelajaran dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut. Untuk menanggapi kebutuhan bawahan, tipe direktif diterapkan oleh pemimpin untuk memotivasi mereka dengan menjelaskan tujuan dan prosedur, menyediakan struktur, dan menetapkan standar yang harus mereka ikuti untuk mencapai tujuan (Farhan, 2018). 2)Gaya Kepemimpinan Suportif Yang dimaksud gayakepemimpinan suportif ketika pemimpin menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan bawahan dan mendukung bawahannya (Malik, Aziz & Hassan, 2014). Tipe ini mempunyai kesediaan untuk menjelaskan sendiri, bersahabat, mudah didekati, dan mempunyai perhatian kemanusiaan yang murni terhadap para bawahannya (Hadidjah, 2013). House &Dessler (2005) mendefinisikan perilaku kepemimpinan suportif sebagai dukungan emosional bawahan juga menjelaskan perilaku suportif ialah dorongan dan sikap ramah pemimpin dengan memahami dan menanggapi kebutuhan dan keinginan bawahan melalui membangun ikatan emosional yang kuat dengan mereka, mendukung sikap belajar mereka, dan meningkatkan hubungan kepercayaan dengan mereka. Tipe ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan rasa percaya diri bawahan yang membantunya mencapai tujuan pembelajaran (Farhan, 2018). 3)Gaya Kepemimpinan PastisipastifTipe ini pemimpin berusaha meminta dan menggunakan saransarn dari bawahannya. Namun pengambilan keputusan masih tetap berada padanya (Hadidjah, 2013). Yang dimaksud gaya kepemimpinan partisipatif ketika pemimpin meminta ide dan saran dari bawahan dan mengundang partisipasi mereka dalam keputusan yang secara langsung mempengaruhi mereka (Malik, Aziz & Hassan, 2014).
 Pendekatan partisipatif memungkinkan untuk berbagi kepemimpinan dan tanggung jawab diantara bawahannya. Menurut Ford (2006) dalam Farhan (2018) memimpin melalui memfasilitasi pembelajaran lebih dari sekedar berpartisipasi untuk membuat keputusan dan memberdayakan karyawan. “Tipe partisipatif ini dapat mendorong terbangunnya banyak hubungan pemangku kepentingan internal dan eksternal sebagai sumber pembelajaran. Dengan menggunakan gaya kepemimpinan partisipatif, pemimpin dapat mendukung pembelajaran dengan mendorong inovasi dan kreatifitas diseluruh organisasi melalui pengumpulan ide, saran dan solusi baru”. Dengan cara mengizinkan bawahan untuk berpartisipasi dapat meningkatkan tingkat kepuasan mereka yang mungkin mengarah pada peningkatan kinerja mereka (Farhan, 2018). 4)Gaya Kepemimpinan Orientasi PrestasiYang dimaksud gaya kepemimpinan orientasi prestasi ketika pemimpin menetapkan tujuan yang menantang, menekankan peningkatan kinerja kerja, dan mendorong pencapaian tujuan tingkat tinggi (Malik, Aziz & Hassan, 2014). Tipe inimenetapkan serangkaian tujuan yang menantang para bawahannya untuk berpartisipatisi. Pemimpin juga memberikan keyakinan “kepada mereka bahwa mereka mampu melaksanakan tugas pekerjaan mencapai tujuan secara baik (Hadidjah, 2013). House & Dessler (2012) menjelaskan perilaku yang berorientasi pada prestasi sebagai kepercayaan”pemimpin mengenai kinerja bawahan mereka dan pencapaian yang sangat baik. Memang, ketika pemimpin pembelajaran mempertimbangkan persepsi bawahan mereka, mereka mungkin perlu menggunakan alat kepemimpinan pembelajaran yang berbeda. Tipe ini bisa jadi digunakan dalam kasus aktivitas belajar yang menantang atau tujuan yang menantang. Pemimpin menantang bawahan dengan harapan yang tinggi dan menetapkan standar yang tinggi serta memotivasi bawahan dengan
 berbagai tanggung jawab, mendorong pencapaian, dan menghilangkan hambatan (Farhan, 2018).

Tidak ada komentar: