Menurut Hutagalung (2008) budaya organisasi merupakan pola keyakinan dan nilai-nilai organisasi yang dipahami, dijiwai dan dipraktekkan oleh organisasi sehingga pola tersebut memberikan arti tersendiri dan menjadi dasar aturan berperilaku dalam organisasi sehingga mempunyai volume dan beban kerja yang harus diwujudkan
guna mencapai tujuan organisasi. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Mangkunegara (2005) iamenyatakan bahwa budaya organisasi adalah seperangkat asumsi atau sistem keyakinan, nilai-nilai, dan norma yang dikembangkan dalam organisasi yang dijadikan pedoman tingkah laku bagi anggota-anggotanya untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal dan internal.Budaya organisasi dapat tercermin melalui asumsi-asumsi, keyakinan-keyakinan, nilai-nilai dan persepsi yang dimiliki para anggota kelompok dalam suatu organisasi yang membentuk dan mempengaruhi sikap dan perilaku kelompok yang bersangkutan (Nurmala, 2014). Maka dari itu, budaya organisasi atau budaya perusahaan memiliki pengaruh terhadap perilaku, cara kerja dan motivasi pemilik usaha atau manajer dalam mencapai tujuan usaha atau perusahaan, dengan demikian akan berpengaruh pula dengan perilaku pemilik atau manajer dalam mempersiapkan dan menggunakan informasi akuntansi, mengingat keberadaan informasi akuntansi yang handal akan mempengaruhi keberhasilan perusahaan. Perusahaan yang memiliki budaya organisasi yang baik dan matang akan lebih mempunyai kemampuan yang baik dalam menggunakan informasi akuntansi, dari pada perusahaan yang memiliki budaya organisasidengan taraf yang lebih rendah (Said, 2016)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar