Menurut Sutherland dan Cooper (dalam Smet, 1994), hardiness memiliki
serangkaian karakteristik, yaitu:
a. Kontrol. Yaitu kecenderungan untuk menerima dan percaya bahwa
individu dapat mengontrol dan mempengaruhi kejadian dan
pengalamannya ketika berhadapan dengan hal-hal tak terduga. Individu
dengan kontrol yang tinggi lebih optimis dan lebih berhasil dalam
mengatasi masalah.
b. Komitmen. Yaitu kecenderungan individu untuk melibatkan diri ke
dalam apapun yang dihadapi atau dilakukan. Orang dengan komitmen
yang lebih kuat mudah tertarik dan terlibat ke dalam apapun yang sedang
dikerjakan dan tidak mudah menyerah.
c. Tantangan. Yaitu kedenderungan memandang suatu perubahan dalam
hidupnya sebagai suatu yang sangat berguna bagi perkembangannya dan memandang hidup sebagai tantangan yang mengasyikkan. Individu ini
bersifat dinamis serta memiliki kemampuan dan keinginan untuk maju.
Lebih lanjut Kobasa (dalam Mahmudah, 2009) menjelaskan bahwa individu
dengan ketangguhan pribadi memiliki beberapa karakter:
a. Memiliki komitmen terhadap aktivitas dan hubungan dengan diri mereka
dan mengakui adanya perbedaan nilai, tujuan, dan prioritas dalam hidup.
b. Percaya bahwa mereka mampu melakukan kontrol atau memberi
pengaruh terhadap peristiwa yang terjadi.
c. Memandang perubahan sebagai tantangan, kesempatan daripada sebuah
ancaman.
Lecci (dalam Mahmudah, 2009) yang menyatakan bahwa individu dengan
hardiness senang bekerja keras karena dapat menikmati pekerjaan yang
dilakukan, senang membuat suatu keputusan dan melaksanakannya karena
memandang hidup ini sebagai suatu yang harus dimanfaatkan dan diisi agar
mempunyai makna sehingga individu yang memiliki ketangguhan pribadi akan
berkompetisi dalam bekerja. Peran kepribadian dalam hal ini adalah
mempengaruhi perilaku dan kognisi individu dalam mengerjakan suatu tugas atau
pekerjaan tertentu, termasuk pula perilaku dan usaha individu ketika menghadapi
kesulitan dalam menyelesaikan tugas sehingga mencapai hasil yang diinginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar