Menurut Kobasa Maddi, & Kahn, (1982) dan Maddi (2002) hardiness
dalam diri seseorang individu berfungsi sebagai:
a. Membantu dalam proses adaptasi individu
Hardiness yang tinggi akan sangat membantu dalam melakukan proses
adaptasi terhadap hal-hal yang baru, sehingga stres yang ditimbulkan tidak
banyak.
16
b. Toleransi terhadap frustrasi
Sebuah penelitian terhadap dua kelompok mahasiswa, yaitu kelompok yang
memiliki hardiness yang tinggi dan yang rendah, menunjukkan bahwa
mereka yang memiliki hardiness yang tinggi menunjukkan tingkat frustrasi
yang lebih rendah dibandingkan mereka yang hardinessnya rendah. Senada
dengan hasil penelitian itu, penelitan lain menyimpulkan bahwa hardiness
dapat membantu mahasiswa untuk tidak berfikir akan melakukan bunuh diri
ketika sedang stres dan putus asa.
c. Mengurangi akibat buruk dari stres
Kobasa yang banyak meneliti hardiness menyebutkan bahwa hardiness
sangat efektif dan berperan ketika terjadi periode stres dalam kehidupan
seseorang. Hal ini dapat terjadi karna mereka tidak terlalu menganggap stres
sebagai suatu ancaman.
d. Mengurangi kemungkinan terjadinya burnout
Burnout yaitu situasi kehilangan kontrol pribadi karena terlalu besarnya
tekanan pekerjaan terhadap diri, sangat rentan di alami oleh pekerja–pekerja
emergency yang memilki beban kerja yang tinggi, hardiness sangat di
butuhkan untuk mengurangi burnout yang sangat mungkin muncul.
e. Mengurangi penilaian negatif terhadap suatu kejadian atau keadaan yang
dirasa mengancam dan menigkatkan pengharapan untuk melakukan koping
yang berhasil. Koping adalah penyesuian secara kognitif dari perilaku
menuju keadaan yang lebih baik, bertoleransi terhadap tuntunan internal dan
eksternal yang terdapat dalam situasi stres. Hardiness membuat individu dapat melakukan koping yang cocok dengan masalah yang dihadapi.
Individu dengan hardiness yang tinggi cendrung memandang situasi yang
menyebabkan stres sebagai positif dan karna itu mereka dapat lebih dalam
menentukan koping yang sesuai.
f. Meningkatkan ketahanan diri
Hardiness dapat menjaga individu untuk tetap sehat walaupun mengalami
kejadian-kejadian yang penuh stres (Smett, 1994). Karna lebih tahan
terhadap stres, indivudu juga akan lebih sehat dan tidak mudah jatuh sakit
karena caranya menghadapi stres lebih baik dibanding individu yang
hardiness nya rendah.
g. Membantu individu untuk melihat kesempatan lebih jernih sebagai suatu
latihan untuk mengambil keputusan.
Hardiness dapat membantu individu untuk dapat melihat kesempatan lebih
jernih sebagai suatu latihan untuk mengambil keputusan baik dalam keadaan
stres maupun tidak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar