Minggu, 21 Agustus 2022

Sikap Konsumen (skripsi, tesis, dan manajemen)

 Perilaku seseorang itu mencerminkan sikapnya terhadap sesuatu obyek. Jika seseorang mempunyai sikap yang positif terhadap suatu obyek, maka dia akan mendukung berlakunya/terjadinya obyek tersebut. Sebaliknya jika sikapnya negatif, maka dia akan selalu mencoba mengahalangi atau paling tidak mengabaikan berlakunya/terjadinya obyek tersebut. Anggapan lebih lanjut adalah bahwa sikap konsumen itu dapat diukur melalui pernyataan-pernyataan yang diberikannya berkenaan dengan stimuli (rangsangan) pemasaran atau obyek tertentu. (Milawati, 2009)Menurut Ajzen (2005),sikap disebut juga sebagai konsep yang paling khusus dan sangat dibutuhkan dalam psikologis sosial kontemporer. Sikap juga merupakan salah satu konsep yang paling penting yang digunakan pemasar untuk memahami konsumen.Menurut Thurstone (1993), sikap sebagai salah satu konsep yang cukup sederhana yaitu jumlah pengaruh yang dimiliki seseorang atas atau menentang suatu obyek.Paul dan Olson (1999) menyatakan bahwa “Sikap merupakan Evaluasi konsep secara menyeluruh yang dilakukan seseorang. Memungkinkan orang berespon dengan cara menguntungkan atau tidak menguntungkan secara konsisten berkenaan dengan obyek atau alternative yang terkait. Schifman dan Kanuk (2004) menyatakan bahwa “Sikap adalah ekspresi perasaan (Inner Feeling) yang mencerminkan apakah seseorang senang atau tidak senang, suka atau tidak suka, dan setuju atau tidak terhadap suatu obyek.”Jika dianalogikan dengan sikap konsumen terhadap suatu merek berart sikap terhadap merek yaitu mempelajari kecenderungan konsumen untuk mengevaluasi merek baik disenangi ataupun tidak disenangi secara
 konsisten. Dengan demikian, konsumen mengevaluasi merek tertentu secara keseluruhan dari yang paling jelek sampai yang paling baik. Setiap konsumen memiliki sikap berbeda-beda terhadap suatu obyek. Menurut Loundon dan Bitta (1993) terdapat empat karakteristik sikap yaitu :a.Sikap memiliki obyek Artinya sikap mempunyai hal yang dianggap penting. Obyek sikap berupa konsep abstrak seperti konsumerisme atau berupa suatu yang nyata. b.Sikap memiliki arah, derajat dan intensitas Artinya sikap seseorang terhadap suatu obyek akan menunjukkan arah terhadap suatu obyek. Arah seseorang terhadap suatu obyek dapat mendekat atau menjauh. Kecuali itu sikap seseorang memiliki derajat tertentu yaitu sampai sejauh mana orang merasa senang terhadap suatu obyek, sedangkan intensitas sikap ditunjukkan oleh tingkat pendiriannya. c.Sikap mempunyai struktur Artinya sikap merupakan kerangka organisasi dari beberapa sikap yang ada pada seseorang. Masing-masing sikap mempunyai tingkatan yang berbeda, sedangkan hubungan masing-masing sikap mungkin selarasa antara satu dengan yang lainnya. Tetapi sikap mempunyai kecenderungan untuk maji pada suatu stabilitas dan mengelompok membentuk struktur sikap.
 d.Sikap mempunyai proses yang dipelajari Artinya sikap dibentuk dari pengalaman individu terhadap realitas sedangkan pengalaman dapat bersifat langsung atau tidak.

Tidak ada komentar: