Minggu, 21 Agustus 2022

Dimensi –dimensi Persepsi Risiko (skripsi, tesis, dan manajemen)

Nalyi (2004) menyebutkan bahwa dalam melakukan pembelian online, konsumen selalu berpikir mengenai setiap risiko jika mereka membeli produk secara online. Persepsi risiko (perceived risk) dalam konteks pembelian online memiliki banyak dimensi Dalam penelitian ini, penulis mengambil dua dari tujuh dimensi risiko yang berdasarkan penelitian sebelumnya oleh AnaTrihastuti (Pengaruh Dimensi-Dimensi Persepsi Risiko Pembelian online terhadap Keputusan Pembelian: 2013). Adapun keduadimensi persepsi risiko tersebut yaitu Risiko Sosial dan Risiko Psikologis, hal ini dikarenakan pada penelitian sebelumnya kedua dimensi persepsi risiko tersebut tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian secara onlinedibanding dimensi persepsi risiko lainnya yang memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian secara online yaitu Risiko Keuangan, Risiko Produk, Risiko Waktu, Risiko Keamanan,dan Risiko Privasi.Risiko Keuangan menurut Masoud (2013) adalah persepsi bahwa sejumlah uang tertentu bisa hilang atau diperlukan untuk membuat produk bekerja dengan baik. Risiko Produk menurut Masoud (2013) adalah persepsi bahwa kemungkinan produk tidak dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Risiko Privasi menurut Nalyi (2004) mengukur kekhawatiran konsumen tentang keamanan informasi pribadi. Risiko sosial menurut Zhang et al (2012) merupakan potensi kerugian pembagian status dalam kelompok sosialseseorangakibat pembelian suatu produk/jasa.Risiko psikologis menurut Zhang et al (2012)
 merupakan potensi kerugian self-esteemdari frustasi karena tujuan membeli yang tidak tercapai. Risiko keamanan menurut Zhang et al (2012) mengukur tingkat kredibilitas dan realibilitas website yang digunakan penjual online, menurut Youn dalam Masoud (2013) risiko keamanan dihubungkan dengan bagaimana perusahaan online menangani informasi pribadi konsumen dan siapa saja yang bisa mengakses informasi tersebut. Risiko waktu menurut Masoud (2013) adalah persepsi bahwa waktu, kenyamanan atau usaha dapat sia –sia jika produk yang dibeli harus diperbaiki atau diganti

Tidak ada komentar: