MenurutVeithzal (2006 : 5)Tujuan kredit mencakup lingkup yang luas. Pada dasarnya terdapat dua fungsi yang saling berkaitan dari kredit, yaitu sebagai berikut:1.Profitability, yaitu tujuan untuk memperoleh hasil dari kredit berupa keuntungan yang diraih dari bunga yang harus dibayar oleh debitur. Oleh karena itu, bank hanya akan menyalurkan kredit kepada usaha-usaha debitur yang diyakini mampu dan mau mengembalikan kredit yangtelah diterimanya. Dalam faktor kemampuan ini tersimpul unsur keamanan dan sekaligus juga unsur keuntungan (profitability)dari suatu kredit sehingga kedua unsur tersebut saling berkaitan. Dengan demikian, keuntungan merupakan tujuan dari pembeli kredit yang terjelma dalam bentuk bunga yang diterima.2.Safety, yaitu keamanan dari prestasi atau fasilitas yang diberikan harus benar-benar terjamin sehingga tujuan profitability dapat benar-benar tercapai tanpa hambatan yang berarti. Oleh karena itu, keamanan ini dimaksudkan agar prestasi yang diberikan dalam bentuk uang, barang atau jasa itu betul-betul terjamin pengembalianya sehingga keuntungan (profitability)diharapkan dapat menjadi kenyataan.
Kredit mempunyai peranan yang sangat penting dalam perekonomian. Secara garis besar, fungsi kredit didalam perekonomian, perdagangan, dan keuangan dapat dikemukakan sebagai berikut:1.Kredit dapat meningkatkan utility (daya guna) dari modal/uang.parapenabung menyimpan uangnya dibank dalam bentuk giro, deposito, ataupun tabungan. Uang tersebut dalam persentase tertentu ditingkatkan kegunaanya oleh bank.para pengusaha menikmati kredit dari bank produksi, perdagangan maupun untuk usaha-usaha rehabilitasi ataupun usaha peningkatkan produktivitas secara menyeluruh.2.Kredit meningkatkan utility (daya guna) suatu barangProdusen dengan bantuan kredit bank dapat memperoduksi bahan jadi sehingga utility dari bahan tersebut meningkat, misalnya peningkatan utilitypadi menjadi beras, benang menjadi tekstil dan sebagainya. Produsen dengan bantuan kredit dapat memindahkan barang dari suatu tempat yang kegunaanya kurang ke tempat yang lebih bermanfaat. 3.Kredit meningkatkan peredaran dan lau lintas uangKredit yang disalurkan melalui rekening-rekening koran, pengusaha menciptakan pertambahan peredaran uang giral dan sejenisnya seperti cek, giro bilyet, wesel, promes, dan sebainya melalui kredit. Peredaran uang kartal maupun giral akan lebih berkembang karena kredit menciptakan suatu kegairahan berusaha sehingga penggunaan uang akan bertambah, baik secara
kualitatif apalagi secara kuantitatif. Hal ini selaras dengan pengertian bank selaku money creator. 4.Kredit menimbulkan kegairahan berusaha masyarakatManusia adalah makhluk yang selalu melakukan kegiatan ekonomi, yaitu selalu berusaha memenuhi kebutuhanya. Kegiatan usaha sesuai dengan demikianya akan selalu meningkat, tetapi peningkatan usaha tidaklah selalu diimbangi dengan peningkatan kemampuan. Dengan demikian, manuasia selalu berusaha dengan segala daya untuk memenuhi kekuranganmampuanya yang berhubungan dengan manusia lain yang mempunyai kemampuan. Oleh karena itu, pengusaha akan selalu berhubungan dengan bank untuk memperoleh bantuan permodalan guna peningkatan usahanya. Bantuan kredit yang diterima pengusaha dari bank inilah yang kemudian untuk memperbesar volume usaha dan produktivitasnya.5.Kredit sebagai alat stabilitasi ekonomiDalam keadaan ekonomi yang kurang sehat langkah-langkah stabilisasi pada dasarnya diarahkan pada usaha-usaha untuk antara lain:a.Pengendalian inflasib.Peningkatan eksporc.Rehabilitasi saranad.Pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pokok rakyat.
6.Kredit sebagai jembatan untuk peningkatan pendapatan nasioanalPengusaha yang memperoleh kredit tentu saja untuk meningkatkan usahanya. Peningkatan usaha berarti peningkatan profit. Bila keuntungan ini secara kumulatif dikembangkan lagi dalam arti kata dikembalikan ke dalam struktur permodalan, peningkatan akan berlangsung terus-menerus. Disamping itu, dengan semakin efektifnya kegiatan swasembada kebutuhan-kebutuhan pokok, berarti devisa keuangan negara akan terhemat sehingga akan dapat diarahkan pada usaha-usaha kesejahteraan ataupun sektor-sektor lain yang lebih berguna.7.Kredit sebagai alat hubungan ekonomi internasionalBank sebagai lembaga kredit tidak saja bergerak didalam negeri, tetapi juga diluar negeri. Negara-negara kaya atau yang kuat ekonominya, demi persahabatan antara negara banyak memberikan bantuan kepada negara-negara yang sedang berkembang atau sedang membangun. Bantuan-bantuan tersebut tercemin dalam bentuk bantuan kredit dengan syarat-syarat ringan, yaitu bunga yang relatif murah dan jangka waktu penggunaan yang panjang. Melalui bantuan kredit antar negara yang istilahnya sering kali didengarsebagai “G to G” (Goverment to Goverment), hubungan antarnegara pemberi dan penerima kredit akan bertambah erat, terutama yang menyangkut hubungan perekonomian dan perdagangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar