Selasa, 07 Juni 2022

Struktur Sistem Pengendalian Manajemen (skripsi, tesis, dan disertasi)

Struktur pengendalian manajemen dipusatkan pada berbagai macam pusat pertanggungjawaban.Suatu pusat pertanggungjawaban dibentuk untuk mencapai tujuan individual yang pada gilirannya diharapkan dapat membantu
pencapaian tujuan suatu organisasi sebagai suatu keseluruhan yang diputuskan dalam proses perencanaan strategik.Menurut Mulyadi (2011:9) struktur sistem perencanaan dan pengendalian manajemen sebagai berikut:“struktur sistem merupakan komponen-komponen yang berkaitan erat satu dengan yang lainnya, yang secara bersama-sama digunakan untuk mewujudkan tujuan sistem.”Menurut mulyadi (2011:9) struktur sistem perencanaan dan pengendalian manajemen terdiri atas tiga komponen sebagai berikut:“1.Struktur organisasi 2.Jejaring organisasi3.Sistem penghargaan”Penjelasansecararinci mengenai hal di atas sebagai berikut:1.Struktur OrganisasiStruktur organisasi adalah komponen utama dalam struktur sistem pengendalian manajemen.struktur organisasi merupakan sarana untuk mendistribusikan kekuasaan yang diperlukan dalam memanfaatkan berbagai sumber daya organisasi untuk mewujudkan tujuanorgansasi. Pada waktu organisasi menghadapi lingkungan stabil dan kompetisi tidak begitu tajam, kekuasaan dalam organisasi terpusat ditangan manajemen puncak, dan delegasi wewenang kepada manajemen tingkat bawah dilaksanakan secara terbatas.Struktur yang sesuai dengan lingkungan bisnis pada zaman itu adalah struktur organisasi fungsional hirarkhis. Untuk menghadapi lingkungan bisnis turbulen (perubahan menjadi
konstan, pesat, radikal, serentak, dan pervasive), yang di dalamnya customer memegang kendali bisnis (sehingga kompetisi memperebutkan pilihan customermenjadi sangat tajam), diperlukan struktur organisasi yang berorientasi kepada customer , yang secara cepat mampu merespon kebutuhan customer, dan yang mendorong inovasi. 2.JejaringOrganisasiJejaring informasi dirancang untuk mempersatukan berbagai komponen yang membentuk organisasi dan berbagai organisasi dalam jejaringorganisasi (organization network) untuk kepentingan penyediaan layanan bernilai tambah bagi customer.Teknologi informasi menjadi pemampu (enabler) untuk membangun jejaring informasi yang memungkinkan terjadinya hubungan yang berkualitas (quality relationship) antar karyawan, antar manajer dengan manajer, antara perusahaan dengan pemasok dan mitra bisnisnya, dan antara perusahaan dengan customernya. Untuk menghadapi lingkungan bisnis stabil, organisasi perusahaan mampu menghadapi perusahaan sendiri secara independen, tanpa harus membangun jejaring organisasi dengan organisasi lain. Untuk menghadpi lingkungan bisnis kompetitif dan turbulen, organisasi harus kohesif-bersatusangat erat diantara manajemen dan karyawan.Disamping itu, untuk menghadapi persaingan yang tajam, organisasi harus berupa jejaring organisasi yang terpadu.Oleh karena itu, kemapuan manajemen dalam membangun jejaring iformasi yang menyatukan berbagai komponen jejaring organisasi merupakan penentu
keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya menghasilkan nilai terbaik bagi customer.Untuk membangun struktur sistem pengendalian manajemen yang sesuai dengan tuntuan lingkungan bisnis turbulen, diperlukan jejaring informasi mengikat secara erat melalui hubungan berkualitas.3.Sistem PenghargaanKomponen struktur sistem pengendalian manajemen yang ketiga adalah sistem penghargaan, suatu sistem yang digunakan untuk mendistribusikan penghargaan kepada personel organisasi.Pada waktu organisasi hirarkis fungsional digunakan oleh perusahaan untuk memasuki lingkungan bisnis stabil, penghargaan didistribusikan ke manajemen puncak, karena merekalah yang running the businessperusahaan.Pada waktu lingkungan bisnis berubah menjadi turbulen, manajemen puncak tidak lagi mampu menjalankan sendiri seluruh bisnis perusahaan.Beban tanggungjawab untuk running the business perusahaan perlu didistribusikan kepada karyawan.Timbullah kebutuhan untuk memberdayakan karyawan dalam rangka membangun responsibility-based organization suatu organisasi yang seluruh personelnya (manajemen dan karyawan) bertanggungjawab atas beroperasi perusahaan.Diperlukan sistem penghargaan yang tidak didasarkan pada posisi (position-based reward), namun telah didasarkan pada kinerja (performance-based reward).Disamping itu, kinerja personel tidak hanya dinilai dari perspektif keuangan, namun lebih dari itu, perlu dinilai dari
berbagai perspektif non keuangan, sehingga kinerja personel bersifat komperhensif.

Tidak ada komentar: