Jumat, 10 Juni 2022

Sejarah Total Quality Management (TQM) (skripsi, tesis dan disertasi)

Total Quality Management (TQM) dalam bahasa Indonesia disebut Manajemen Mutu Terpadu mempunyai sejarah yang panjang. Menurut Drs. Suyadi & Prawirosentono (2004), pada awalnya Total Quality Management (TQM) muncul pertama kali di Amerika Serikat, tetapi kemudian diorganisasikan dan dilaksanakan di beberapa perusahaan Jepang. Khususnya setelah perang dunia II, Total Quality Management (TQM) ini diseminarkan sekaligus diterapkan dalam bentuk program-program pelatihan di berbagai sektor industri. Dua orang pakar yang merupakan “suhu” TQM, baik di Jepang maupun di Amerika Serikat adalah W. Edward Deming dan Joseph M. Juran. Peran Deming terutama mengajarkan betapa pentingnya pihak manajemen suatu perusahaan harus bertanggung jawab penuh dalam penerapan sistem kualitas produk secara total dalam menghasilkan produk yang baik dan tidak cacat. Artinya Deminglah yang pertama mengintroduksi TQM dengan mencegah terjadinya produk cacat (defect produk). Tujuan TQM adalah memberi kepastian bahwa setiap kegiatan memberikan kontribusi guna mencapai tujuan utama bisnis, dan
 dilaksanakan dengan penuh efisiensi. Total Quality Management (TQM) pada umumnya membutuhkan perubahan tentang bagaimana sebuah perusahaan melakukan kegiatan. Hal itu menuntut mutu untuk menjadi prioritas pertama bagi setiap pegawai, dan upaya mereka dipusatkan pada pencegahan kemungkinan adanya kesalahan ( Faure,1999:10)

Tidak ada komentar: