Setiap karyawan di suatu perusahaan pasti memerlukan motivasi untuk mendukung kinerjanya.Oleh kerena itu diperlukan sistem penghargaan yang digunakan perusahaan untuk memacu para karyawan dalam melaksanakan kinerjanya.Penghargaan yang diterima oleh para karyawan, akan terikat dengan ukuran kinerja secara spesifik, sehingga perilaku seseorang cenderung akan berpedoman atas keinginan untuk mengoptimalkan ukuran kinerja tersebut. Pada saat ukuran insentif kualitas tercakupdidalam kontrak antara manajemen dan pemilik perusahaan, maka para pekerja akan lebih mendekatkan diri pada dimensi yang telah ditekankan dalam ukuran itu, yang diharapkan hal ini akan menghasilkan peningkatan kinerja (Banker et al. 2000) dalam (Salman dan Gudono, 2006).Menurut Ittner dan Lacker (1995) dalam Yuli Chomsatu (2006) Insentif kualitas (quality Incentive) sebagai berikut:“Insentif kualitas (quality incentives), adalah sebagai sistem pengakuan dan penghargaan terhadap peningkatan kualitas individu maupun kelompok”.Mulyadidan Setyawan (2001:227) mengatakan bahwa:“Sistem penghargaan adalah salah satu alat pengendalian penting yang digunakan oleh perusahaan untuk memotivasi personelnya agar mencapai tujuan perusahaan (bukan tujuan personelsecara individu) dengan perilaku sesuai dengan tujuan diharapkan oleh perusahaan (bukan perilaku yang disukai oleh personel pribadi)”.Mangkunegara (2010) berpendapat pengertian insentif sebagai berikut:“Suatu penghargaan dalam bentuk uang yang diberikan oleh pihak pimpinan organisasi kepada karyawan agar mereka bekerja dengan motivasi tinggi dan prestasi dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi atau dengan kata lain, insentif kerja merupakan pemberian uang diluar gaji yang dilakukan oleh pihak pimpinan organisasi sebagai pengukur terhadap prestasi kerja dan kontribusi terhadap organisasi”.Menurut Mulyadi (2007:365) penghargaan digolongkan kedalam 3 (tiga) kelompok utama, yaitu:“1)Kenaikan gaji berbasis kinerja2)Insentif jangka pendek3)Insentif jangka panjang”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar