Sasaran kualitas (quality goal) bisa dilihat sebagai tujuan atau tingkat kinerja yang individu atau organisasi harus capai. (Locke dkk, 1981) (dalam Salman dan Gudono, 2006). Suatu perusahaan harus memiliki sasaran yang ingin dicapai mengapa perusahaan tersebut didirikan.MenurutWardani dan Ja’far (2009) pengertian quality goalsebagai berikut:“Quality goal merupakan tujuan atau tingkatan kinerja yang harus dicapai oleh suatu individu atau organisasi.”Menurut Mulyadi (2007:458) pengertian quality goal adalah sebagai berikut:“Pernyataan luas tentang apa yang akan di wujudkan perusahaan”.Mulyadi (2007:458) menjelaskan bahwa:“Manajer perusahaan harus dapat menentukan tujuan paling tidak satu sasaran yang dikuantitatifkan dan diukur, serta jangka waktu yang dibutuhkan untuk mewujudkannya.Manajer juga harus dapat mengomunikasikan tujuan tersebut kepada karyawan. Jika manajer memilih untuk menetapkan target perusahaan yang dikuantitatifkan, kemudian sasaran korporasi dan unit bisnis harus ditetapkan dan disusun prioritas pencapaian hasil utama yang mendorong perusahaan. Perusahaan yang berfokus ke internal dan persaingan biasanya menetapkan tujuan khusus seperti pendapatan (ROI), memaksimalkan nilai pemegang saham dan kualitas produk jasa.Tujuan yang lebih komprehensif mencakup pula kepuasan customer, kualitas, posisi teknologidan pengembangan karyawan”.Menurut Supriyono (2000:9) goal adalah“Tanpa batasan waktu, goal ada sampai dengan goalitu diubah, dan goaljarang sekali diubah. Suatu organisasi dapat memiliki satu atau beberapa goal”.
Menurut Agus Dharma (2003:364) sasaran kualitas (quality goal) adalah sebagai berikut:“Mutu sasaran yang harus dihasilkan (baik tidaknya)” Dalam penetapan sasaran kualitas perusahaan, diharapkan individu dapat termotivasi untuk berusaha mancapai sasaran yang telah ditetapkan tersebut, dengan mengetahui, memahami dan menerima sasaran tersebut. Adapun cara menentukan sasaran kualitas menurut Yuli Chomsatu (2006:32) adalah sebagai berikut:“1)Menetapkan standar yang akan dicapai2)Mengevaluasi apakah standar tersebut dapat dicapai3)Mengevaluasi apakah standar tersebut sesuai dengan sasaran pribadi mereka4)Apabila standar diterima, maka sasaran dapat ditetapkan”.Munurut Agus Dharma (2003:365) quality goal (sasaran kualitas) memliki karakteristik sebagai berikut:“1)Dapat diukur2)Dapat dicapai3)Relevan4)Dapat dikendalikan”Penjelasan secara rinci mengenai hal diatas adalah sebagai berikut:1)Dapat DiukurSetiap sasaran harus memungkinkan adanya beberapa bentuk pengukuran yang dapat dipercaya.Jika batasan sasaran cukup spesifik, itu berarti bahwa sasaran itu juga dapat diukur.Namun, adakalanya sasaran yang menggunakan istilah-istilah khusus yang menimbulkankeraguan dalam mengukurnya.Misalnya, yaitu
“mengadakan program pelayanan pelanggan sebelum tanggal 15 Oktober”. Agar sasaran itu dapat diukur, maka harus mencakup cara mengukur “kepuasan pelanggan” yang barangkali dapat diperoleh melalui survey (angket).2)Dapat DicapaiSasaran harus disusun secara rasional dan diperkirakan dapat tercapai. Namun, sasaran juga tidak seharusnya tidak terlalu mudah sehingga tidak memerlukan upaya sungguh-sungguh untuk mencapainya, akan tetapi juga jangan terlalu sulit untuk dapat dilakukan. Untuk menguji suatu sasaran yang realistis, maka perlu dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut:a.Kinerja di waktu lalu. Adakah sasaran yang sekarang melompat terlalu jauh atau hanya berubah sedikit.b.Hasil yang dicapai karyawan lain dalam situasi yang sama. Adakah sasaran itu memerlukan upaya lebih besar atau lebih sedikit jika dibandingkan dengan yang telah dilakukan orang lain.c.Adakah kondisi khusus yang mengharuskan untuk meminta upaya lebih besar atau lebih kecil. Misalnya, karyawan yang bersangkutan masih baru dan belum berpengalaman. 3)RelevanSasaran harus memberikan kontribusi kepada upaya pencapaian tujuan perusahaan atau unit kerja.
4)Dapat DikendalikanPencapaian sasaran masih dalam batas yang dapat dikendalikan karyawan. Sasaran akan terlihat tidak fair jika karyawan diharapkan mencapai sesuatu sedangkan karyawan yang bersangkutan tidak dapat mengendalikan hasil yang diupayakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar