Untuk mengamankan aset dn meningkatkan keakuratan catatan (informasi) akuntansi, organisasi perusahaan biasanya menerapkan prinsip-prinsip pengendalian internal. Lima prinsip pengendalian internal menurut Hery (2014b:15) dan Jusup (2011:6-12) sebagai berikut :1.Penetapan tanggung jawabPrinsip yang paling utama dalam pengendalian internal adalah penetapan tanggung jawab ke masing-masing kayawan secara spesifik. Hal ini meliputi pemberian otorisasi untuk menyetujui suatu transaksi.2.Pemisahan tugasPada umumnya ada dua bentuk pemisahan tugas yaitu :a.Pekerjaan yang berbeda seharusnya dikerjakan oleh karyawan yang berbeda pula.
b.Adanya pemisahan tugas antara karyawan yang menangani pekerjaan pencatatan aset dengan karyawan yang menangani langsung aset secara fisik (operasional).3.Prosedur dokumentasiPerusahaan harus membangun prosedur untuk mendokumentasi setiap transaksi. Prusahaan seharusnya menomorkan setiap dokumentransaksi sehingga dapat dihindari pencatatan dua kali transaksi.4.Pengendalian secara fisikPengendalian secara fisik berhubungan dengan penjagaan aset dan memastikan ketepatan dan reliabilitas catatan akuntansi. Beberapa pengendalian secara fisik sepertisafety deposit box untuk penempatan kas, fasilitas komputer dengan password, pemantauan dengan CCTV, penggunaan alarm, time clock untuk mencatat waktu kerja.5.Verifikasi Internal yang IndependenPrinsip ini melibatkan pemeriksaan data yang diperiksa oleh karyawan. Pemeriksaan catatan secara berkala atau secara mendadak seharusnya dilakukan oleh perusahaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar