Ketika memilih ukuran untuk perspektif konsumen, organisasi harus
menjawab dua pertanyaan yang kritis yaitu siapakah target konsumen
organisasi dan bagaimana proporsi nilai (value proportion) dalam melayani
konsumen target tersebut. Value proportion menggambarkan performance
driver (pemicu kinerja) dan menyangkut nilai yang diberikan badan usaha
kepada konsumennya untuk mencapai tingkat kepuasaan dan kesetiaan
konsumen.
Hal ini sesuai dengan Kaplan dan Norton ( 1996 ), “Clearly,if
business units are to achieve long run superior financialperformance, they
must create and deliver products and servicesthat are vlued by customers
Tidak ada komentar:
Posting Komentar