Jumat, 10 Juni 2022

Pengertian Pengendalian Internal (skripsi, tesis dan disertasi)

Penerapan pengendalian dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan dan sasarannya. Adapun pengertian pengendalian yang diambil dari beberapa pakar. Definisi pengendalian menurut Romney dan Steinbart (2015:226)[4] mengenai pengendalian internal adalah sebagai berikut: “Pengendalian internal (internal control) adalah rencana organisasi dan metode bisnis yang dipergunakan untuk menjaga aset, memberikan informasi yang akurat, handal, mendorong dan memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, serta mendorong kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan”. Dari definisi yang telah dikemukakan di atas, dapat diketahui bahwa pengendalian internal adalah suatu sistem yang terdiri atas kebijakan dan prosedur, yang telah ditetapkan oleh organisasi untuk memberikan kepastian berkenaan dengan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi. II.2.2 Tujuan Pengendalian Internal Pengendalian internal menurut COSO merupakan konsep yang paling banyak diadopsi saat ini. Berdasarkan pengertian pengendalian internal yang dikemukakan oleh COSO, tujuan pengendalian internal adalah untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa tujuan-tujuan berupa efektivitas dan efisiensi operasi, keandalan pelaporan keuangan, serta ketaatan kepada peraturan dan hukum yang berlaku, dapat tercapai oleh perusahaan. Berikut adalah tujuan pengendalian internal menurut Arens, Elder, dan Beasley (2008:370)[5]:
 a.Efektivitas dan efisiensi operasi Pengendalian dalam perusahaan akan mendorong pemakaian sumber daya secara efektif dan efisien untuk mengoptimalkan sasaran-sasaran perusahaan. Tujuan yang penting dari pengendalian ini adalah memperoleh informasi keuangan dan non keuangan yang akurat tentang operasi perusahaan dalam kaitannya dengan pengambilan keputusan. b.Reliabilitas dan keandalan laporan keuangan Tanggung jawab dari seorang manajer adalah menyiapkan laporan bagi para investor, kreditor, dan stakeholder lainnya. Manajemen memikul tanggung jawab hukum maupun profesional untuk memastikan bahwa informasi telah disajikan secara wajar sesuai dengan persyaratan pelaporan. Tujuan pengendalian internal yang efektif atas laporan keuangan adalah untuk memenuhi tanggung jawab pelaporan keuangan tersebut. c.Ketaatan kepada hukum dan peraturan yang berlaku Pengendalian internal yang efektif dimaksudkan untuk memastikan bahwa segenap entitas di dalam perusahaan memenuhi setiap peraturan yang telah ditetapkan manajemen maupun hukum dan undang-undang yang ditetapkan oleh pemerintah. Kemudian tujuan pengendalian menurut Gelinas (2014:241)[14] yaitu: a.Tujuan pengendalian internal untuk sistem operasi 1)Input Validity (IV) Untuk memberikan kepastian atas efektivitas operasi sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. 2)Input Completeness (IV) Untuk memberikan keyakinan atas pemanfaatan sumber daya secara efisien, sehingga tidak terjadi pemborosan atas biaya yang dikeluarkan. 3)Input Accuracy (IA) Untuk memberikan keamanan atas sumber daya yang dimiliki perusahaan sehingga dapat mencegah terjadinya penyelewengan.
b.Tujuan pengendalian internal untuk sistem informasi 1)Update Completeness (UC) Menjamin penggunaan input (masukan) transaksi yang valid, lengkap dan akurat. 2)Update Accuracy (UA) Menjamin penggunaan master file yang selalu diperbaharui secara lengkap dan akurat. Sedangkan tujuan pengendalian internal yang dikemukakan oleh Mulyadi (2016:129)[1] adalah menjaga aset organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi, dan mendorong dipatuhi kebijakan manajemen.

Tidak ada komentar: