Govindarajan and Gupta (1985) menyatakan bahwa ketika reward dan recognition dimasukkan dalam ukuran-ukuran kinerja spesifik, maka perilaku para pekerja akan mengarah pada keinginan untuk mengoptimalkan ukuran-ukuran kinerja tersebut. Penggunaan insentif yaitu reward dan recognition akan membantu manajer lebih menginginkan keterlibatan pegawai tingkat lebih rendah dalam pengambilan keputusan karena insenti menurunkan perbedaan diantara tujuan organisasi dan tujuan pegawai. Penelitian empiris menunjukkan bahwa ketika reward dan recognition dimasukkan dalam mengukur kinerja, maka para pekerja akan menyesuaikanusaha mereka untuk mengoptimalkan pendapatan mereka dan secara simultan mendorong kinerja organisasi. Efektifitas insentif kualitasmerupakan sistem dengan menggunakan reward dan recognition yang diberikan pada para pekerja untuk perbaikan, tidak hanya untuk pencapaian sasaran dan target saja. Pernyataan tersebut mengandung arti bahwa system reward dan recognition yang diberikan pada para pekerja adalah efektif jika insentif itu menjadikan para pekerja tidak hanya mengejar pencapaian target scrap, rework dam defect yang rendah saja tetapi juga untuk proses perbaikan berkelanjutan.
Sistem reward dan recognition pada para pekerja akan menjadikan mereka memiliki keterlibatan yang tinggi pada pengambilan keputusan, mengarahkan usaha mereka pada tugas serta memotivasi untuk mencapai kinerja. Sistem reward dan recognition yang diberikan pada para pekerja bukan hanya untuk pencapaian target saja tetapi untuk proses perbaikan berkelanjutan. Artinya perusahaan tidak hanya melihat hasil saja yaitu berapa target yang tercapai tetapi juga target selama proses produksi berlangsung yaitu ukuran-ukuran yang sifatnya nonkeuangan. Pencapaian target yang diikuti dengan proses perbaikan kualitas diharapkan akan menghasilkan kualitas internal produk yang lebih sustainable.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar