Balanced Scorecard adalah instrumen dalam perencanaan strategis
dan sistem manajemen yang digunakan secara luas dalam bisnis,
pemerintah, dan organisasi nonprofit. Mulyadi (2001) menyatakan bahwa
Balanced Scorecard terdiri atas dua kata, yaitu kartu skor (scorecard) dan
berimbang(balanced). Dalam persaingan pendidikan nasional ini, perubahan
paradigma yang ada harus dilandasi dengan suatu pemikiran baru bahwa
competitiveness dan efektivitas organisasi dapat dicapai dengan memperluas
faktor-faktor yang dianggap dapat mempengaruhi peningkatan produktivitas
dan melakukan koordinasi dalam menghasilkan keuntungan kompetitif.
Kemampuan organisasi dalam menciptakan keunggulan kompetitif
ini merupakan tanggung jawab yang kompleks yang harus dipikul oleh
setiap organisasi untuk dapat bertahan dalam jangka panjang.Rencana kerja
manjemen berbasis skolah dituntut mengacu pada pemenuhan kedelapan
Standart Nasional Pendidikan, kalau di akreditasi ada delapan standart,
itulah yang dikelola. Sedangkan RKAS (Rencana Kerja dan Anggaran
Sekolah) memuat seluruh bidang di sekolah. Berdasar kondisi tersebut dapat
ditarik kesimpulan bahwa pengukuran kinerja MA Yasmu belum
terintegrasi dari setiap komponen manajemen berbasis sekolah sehingga
belum di identifikasi keterkaitan dari setiap strategi yang dilaksanakan MA
Yasmu dalam proses pencapaian visi sekolah. Sehubungan dengan kondisi
tersebut dapat dilakukan pengukuran kinerja dengan Balanced
Scorecardmenyesuaikan kondisi yang ada pada pelaksanaan Manajemen
berbasis sekolah pada MA Yasmu.
Konsep Balanced Scorecard telah lama dikembangkan oleh Robert
S.Kaplan dan David P.Norton (1992). Konsep Balanced Scorecard ini
dikembangkan untuk melengkapi pengukuran kinerja keuangan (atau
dikenal dengan pengukuran kinerja tradisional) dan sebagai alat yang cukup
penting bagi organisasi perusahaan untuk merefleksikan pemikiran baru
dalam era competitiveness dan efektivitas organisasi.
Konsep ini memperkenalkan suatu sistem pengukuran kinerja
perusahaan dengan menggunakan kriteria-kriteria tertentu.
Kriteria tersebut sebenarnya merupakan penjabaran dari apa yang
menjadi misi dan strategi perusahaan dalam jangka panjang, yang
digolongkan menjadi empat perspektif yang berbeda yaitu :
1. Perspektif keuangan-Bagaimana kita melihat pemegang saham?
2. Perspektif Pelanggan -Bagaimana seharusnya kita muncul untuk
pelanggan kami?
3. Bisnis Perspektif Proses Internal -Apa yang harus kitaunggul?
4. Belajar dan Perspektif Pertumbuhan-Bisakah kita terus meningkatkan dan
menciptakan nilai?
Kerangka kerja ini mencoba untuk membawa keseimbangan dan
keterkaitan antara yang:
(a) Keuangan dan Non-Keuangan indikator,
(b) Tangible dan tindakan tidak berwujud,
(c) Internal dan aspek eksternal dan
(d) Memimpin dan indikator Lagging.
Pada Balanced Scorecard, perspektif keuangan merupakan
pengukuran kinerja di masa lalu, sedangkan perspektif pelanggan, proses
internal bisnis, serta pembelajaran dan pertumbuhan mendorong adanya
kinerja di masa mendatang (Kaplan dan Norton 1996).
Menurut Kaplan dan Norton (1996) ada tiga prinsip yang
memungkinkan Balanced Scorecard dikaitkan dengan strategi perusahaan
yaitu :
1. Hubungan sebab akibat (Cause and effect relationship) Prinsip ini
membedakan Balanced Scorecard dengan konsep-konsep yang lain yaitu
mampu menjabarkan tujuan dan pengukuran masing masing perspektif
dengan baik dalam satu kesatuan yang padu. Suatu Scorecard seharusnya
berisi rangkaian hubungan sebab akibat yangkompleks antara berbagai
variabel penting termasuk kelebihan (lead), ketertinggalan (lag) dan
putaran umpan balik yang menjelaskan arah perjalanan, rencana
penerbangan dari strategi (Kaplan dan Norton 1996). Dengan demikian
keterkaitan yang ada merupakan hubungan sebab akibat serta gabungan
berbagai ukuran hasil dan faktor hubungan kinerja perusahaan.
2. Faktor pendorong kinerja (Performance drivers) Faktor pendorong
kinerja, lead indicator adalah faktor-faktor penting khusus yang terdapat
pada unit bisnis tertentu. Sebuah BalanceScorecard yang baik seharusnya
memiliki bauran yang tepat dari hasil (lagging indicator) dan faktor
pendorong kinerja (leading indicator) yang telah disesuaikan kepada
strategi unit bisnis (Kaplan dan Norton 1996)
Hasil (lagging indicator) mencerminkan tujuan umum dari berbagai
strategi yang dimiliki oleh kebanyakan perusahaan seperti profitability,
market share, customer satisfaction dan employee skills. Identifikasi
pendorong kinerja membantu mengatasi kelemahan dari ukuran hasil.
Pemahaman mengenai pertimbangan segmen pasar (outcome measures)
akan lebih bermanfaat jika diketahui faktor-faktor yang menyebabkan
pergerakannya (performance drivers).
3. Keterkaitan dengan masalah finansial (linkage to financials)
Kamis, 09 Juni 2022
Konsep Balanced Scorecard (skripsi, tesis, dan disertasi)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar