Selasa, 07 Juni 2022

Keterbatasan Sistem Pengendalian Manajemen (skripsi, tesis, dan disertasi)

Patut disadari sebaik apapun manajemen merancang suatu sistem pengendalian manajemen dalam organisasi, kelemahan atau keterbatasan dapat terjadi.Kunci utamanya ada pada manusia.Beberapa keterbatasan yang dapat diidentifikasikan menurut Thomas Sumarsan (2013:5) sebagai berikut:“1.Kurang Matangnya Suatu PertimbanganEfektivitas pengendalian selalu dibatasi oleh adanya keterbatasan manusia dalam pengambilan keputusan.Suatu keputusan diambil oleh manajer umumnya didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang ada pada saat itu, antara lain informasi yang tersedia. Keterbatasan waktu dan beberapa variabellain baik internal maupun eksternal (lingkungan). Dalam kenyataannya, sering dijumpai bahwa beberapa keputusan yang diambil memberikan hasil yang kurang efektif dibandingkan dengan yang diharapkan.Keterbatasan ini merupakan keterbatasan alami yang dihadapi oleh para manajer.2.Kegagalan Menjalankan PerintahSekalipun,sistem pengendalian manajemen telah dirancang dengan sebaik-baiknya, namun kegagalan dapat terjadi yang disebabkan
adanya pegawai yang salah menjalankan perintah dari pimpinan (salah komunikasi).Kesalahan dalam menjalankan sautu perintah dapat di sebabkandari ketidaktahuan atau kecerobohan pegawai yang bersangkutan.Kegegalan dapat menjadi lebih serius jika kesalahan komunikasi (miscommunication) dilakukan oleh seorang pimpinan.3.Pengabaian ManajemenSistem pengendalian manajemen dapat berjalan efektifjika semua pihak atau unsur dalam organisasi mulai dari tingkat manajemen tertinggi hingga karyawan terendah melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya. Meskipun suatu organisasi memiliki sistem pengendalian yang memadai, pengendalian tersebut tidak akan dapat mencapai tujuannya jika staf atau bahkan seorang pimpinan mengabaikan pengendalian. Istilah “pengendalian manajemen” ditunjukan pada tindakan manajemen yang mengabaikan pengendalian dengan tujuan untuk kepentinganpribadi atau untuk meningkatkan penyajian kondisi laporan kegiatan dan kinerja organisasi yang bersangkutan.4.Adanya KolusiKolusi merupakan ancaman besar dari pengendalian yang efektif. Pemisahan tugas (segregation of duties) telah dilakukan namun jika manusianya melakukan suatu kerja sama untuk kepentingan pribadi atau kepentingan tertentu selain organisasi, maka pengendalian yang sebaik apapun tidak akan dapat mendeteksi atau mencegah terjadinya suatu tindakan yang merugikan organisasi. Sebagai contoh, konsultan pengawas atas suatu kegiatan pembangunan pabrik kelapa sawit melakukan kolusi dengan pihak penyedia barang dan jasa yang melaksanakan pembangunan dengan cara memberikan peluang terjadinya penyimpangan dalam spesifikasi. Hal ini dapat terjadijika staf dalam pabrik tersebut tidak komitmen sehingga melakukan perbuatan yang merugikan perusahaan dan mungkin fatal untuk rekan kerja yang lain, karena pemakaian bahn bangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi”

Tidak ada komentar: