Frekuensi umpan balik kualitas merupakan kegiatan perusahaan yang sesering mungkin untuk mengevaluasi, menganalisis, dan menyebarkan data kualitas (scrap, rework, defect) keseluruh pabrik dengan tujuan dapatmemberikan arah, memotivasi serta mendeteksi kesalahan untuk aktivitas proses perbaikan kualitas produk. Frekuensi umpan balik kualitasjelas dapat memotivasi untuk menyediakan informasi tentang kinerja pekerja yang pada akhirnya akan meningkatkan kejelasan peran suatu tugas yang harus dilaksanakan oleh para pekerjaitu masing-masing.Pengoperasian umpan balik yang tepat waktu dan relevan perlu untuk manajemen kualitas
sehari-hari.Informasi kualitas seperti tingkat produk sisa (scrap), produk yang harus dikerjakan kembali (rework), dan produk rusak (defect) dapat memberikan suatu dasar bagi deteksi kesalahan dan pedoman melihat area-are perbaikan.Perhatian akhir-akhir ini focus pada bagaimanasystem pengendalian manajemen dapat digunakan untuk mendukungperbaikan kualitas dalam manufacturing. Umpan balik kualitas adalah penilaian kualitas seperti barang sisa (scrap), pengerjaan kembali (rework), cacat (defect) dipakai untuk mengukur kinerja kualitas. Data kualitas yang dikumpulkan seperti barang sisa (scrap), pengerjaan kembali (rework), cacat (defect) harus dianalisis untuk perbaikan berkelanjutan.Mendistribusikan data kualitas, seperti barang sisa (scrap), pengerjaan kembali (rework), cacat (defect) untuk dianalisis dan ke seluruh pabrik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar