Menurut Yukl (2010:290)gaya kepemimpinan transaksional adalah kepemimpinan yang melakukan transaksi memotivasi para pengikut denganmenyerukan kepentingan pribadi mereka. Kepemimpinan transaksional dapat melibatkan nilai-nilai, tetapi nilai tersebut relevan dengan proses pertukaran seperti kejujuran, tanggung jawab, dan timbal balik. Pemimpin transaksional membantu para pengikut mengidentifikasi apa yang harus dilakukan. Yukl (2010:291)Karakteristik kepemimpinan transaksional adalah contingent reward dan management by-exception. Pada contingent reward dapat berupa penghargaan daripimpinan karena tugas telah dilaksanakan, berupa bonus atau bertambahnya
penghasilan atau fasilitas. Hal ini dimaksudkan untuk memberi penghargaan maupun pujian untuk bawahan terhadap upaya-upayanya.Selain itu, pemimpin bertransaksi dengan bawahan, dengan memfokuskan padaaspek kesalahan yang dilakukan bawahan, menunda keputusan atau menghindari hal-halyang kemungkinan mempengaruhi terjadinya kesalahan. Management by-exception menekankan fungsi manajemen sebagai kontrol. Pimpinan hanya melihat danmengevaluasi apakah terjadi kesalahan untuk diadakan koreksi, pimpinan memberikanintervensi pada bawahan apabila standar tidak dipenuhi oleh bawahan. Praktik management by-exception, pimpinan mendelegasikan tanggungjawabkepada bawahan dan menindaklanjuti dengan memberikan apakah bawahan dapatdiberikan pujian untuk membesarkan hati bawahan dan juga dengan hadiah apabilalaporan yang dibuat bawahan memenuhi standar.Menurut Budi wibowo (2014: 123) pemimpin transaksional merupakanpemimpin yang memandu atau memotivasi para pengikut mereka menuju sasaranyang ditetapkan dengan memperjelas persyaratan peran dan tugas.Menurut Robbins (2006)mengemukakan bahwa pemimpintransaksional yaitu pemimpin yang memandu atau memotivasi para pengikut mereka menuju ke sasaran yang ditetapkan dengan memperjelas persyaratanperan dan tugas. Penjabaran beberapa pendapat ahli di atas dalam definisi teoritik tentang kepemimpinan trnasaksional menghasilkan kesimpulan bahwa kepemimpinan transaksional adalah sebuah proses pertukaran dimana seorangpengikut atau karyawan memiliki kepatuhan terhadap permintaan seorang pemimpin yang memberikan dorongan kepada karyawan atau bawahannya untuk bekerja dengan
menyediakan suatu penghargaan sebagai imbalan untukmemotivasi para karyawan menuju ke sasaran yang telah ditetapkan.Menurut pendapat Robbins &Judge (2015: 261)gaya kepemimpinann transaksional adalah pemimpin yang membimbing atau memotivasi para pengikutmereka untuk diarahkan menuju tujuan yang telah ditetapkan dengan menjelaskanperanan serta tugas yang dibutuhkan.Kepemimpinan Transaksional adalah aktualisasi diri (tahap spiritual) yakniketika individu dapat mencurahkan kreativitasnya dengan santai, senang, toleran dan merasa terpanggil untuk membantu orang lain mencapai tingkat kebijaksanaan dan kepuasan seperti yang telah dialaminya. Kepemimpinan Transaksional sebagai kemampuan internal bawaan otak dan jiwa manusia yang sumber terdalamnya adalah inti alam semesta sendiri, yang memungkinkan otak untuk menemukan dan menggunakan makna dalam memecahkan persoalan. (Lukianingtyas, C 2015)Faktor-faktor pembentuk gaya kepemimpinan transaksional tersebut digunakanpemimpin untuk memotivasi dan mengarahkan bawahan agar dapat mencapai tujuandan sasaran yang telah ditetapkan. Bawahan yang berhasil dalam meyelesaikanpekerjaannya dengan baik akan memperoleh imbalan yang sesuai. Sebaliknya bawahanyang gagal dalam menyelesaikan tugasnya dengan baik akan memperoleh sanksi agardapat bekerja lebih baik dan meningkatkan mutu kerjanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar