Menurut Scott (2016) manajemen laba dapat dilakukan dengan tiga teknik
yaitu :
1. Perubahan metode akuntansi
Manajemen mengubah metode akuntansi yang berbeda dengan metode
sebelumnya sehingga dapat menaikkan atau menurunkan angka laba. Metode akuntansi memberikan peluang bagi manajemen untuk mencatat suatu fakta
tertentu dengan cara yang berbeda, misalnya :
1) Mengubah metode depresiasi aset tetap dari metode jumlah angka tahun
(sum of the year digit) ke metode depresiasi garis lurus (straight line).
2) Mengubah periode depresiasi.
2. Memainkan kebijakan perkiraaan akuntansi
Manajemen mempengaruhi laporan keuangan dengan cara memainkan
kebijakan perkiraan akuntansi. Hal tersebut memberikan peluang bagi
manajemen untuk melibatkan subyektifitas dalam menyusun estimasi,
misalnya:
1) Kebijakan mengenai perkiraan jumlah piutang tidak tertagih.
2) Kebijakan mengenai perkiraan biaya garansi.
3) Kebijakan mengenai perkiraan terhadap proses pengadilan yang belum
terputuskan.
3. Menggeser periode biaya atau pendapatan
Manajemen menggeser periode biaya atau pendapatan atau sering disebut
manipulasi keputusan operasional, misalnya :
1) Mempercepat atau menunda pengeluaran untuk penelitian dan
pengembangan sampai periode akuntansi berikutnya.
2) Mempercepat atau menunda pengeluaran promosi sampai periode
berikutnya.
3) Kerjasama dengan vendor untuk mempercepat atau menunda pengiriman
tagihan sampai periode akuntansi berikutnya.
4) Mengatur saat penjualan aset tetap yang sudah tidak terpakai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar