Konsep pembangunan berkelanjutan mengarah kepada tercapainya pembangunan yang berwawasan sosial, berwawasan ekonomi, dan berwawasan lingkungan. Pembangunan yang berwawasan lingkungan adalah upaya sadar dan berencana menggunakan dan mengelola sumber daya secara bijaksana dalam pembangunan yang terencana dan berkesinambunganuntuk meningkatkan mutu hidup. Terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan dan terkendalinya pemanfaatan sumberdaya alam secara bijaksana merupakan tujuan utama pengelolaan lingkungan hidup.Pengembangan kawasan minapolitan sebagai embrio industrialisasi perikanan tentunya harus menganut kaidah–kaidah yang tertuang dalam blue
economy. Blueeconomysebagai sebuah pendekatanpembangunan/pengembangan kawasanmempunyai beberapa konsep/kaidah yang merupakan manifestasi dari pembangunan berwawasan lingkungan, diantaranya : (a)berbasis pada sustainability, (b) nirlimbah ( zero waste atau leave nothing to waste), limbah dijadikan bahan baku bagi produk lain sehingga bisa meningkatkan pendapatan dan revenue, (c) lebih nyata memperhatikan kepedulian sosial(melipatgandakan pendapatan masyarakat, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan peluang bisnis), dan (d)clean production: melipatgandakan pendapatan pengusaha karena memanfaatkan sumberdaya alam lebih efisien dan memanfaatkan limbah sebagai bahan baku (Pauly, 2009).Berdasarkan uraian tersebut, secara ringkas pengembangan kawasan minapolitan yang berwawasan lingkungan mempunyai ciri -ciri antara lain:1.Dilakukan dengan perencanaan yang matang dengan mengetahui dan memahami kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dimiliki dan yang mungkin timbul di belakang hari;2.Meperhatikan daya dukung lingkungan sehingga dapat mendukung kesinambungan pembangunan;3.meminimalisasi dampak pencemaran dankerusakan lingkungan; dan4.melibatkan partisipasi warga masyarakat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar